Pasbana - Industri data center Indonesia memasuki fase ekspansi agresif. Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma memperkirakan kapasitas data center nasional melonjak dari sekitar 630 MW pada Mei 2026 menjadi 11 GW pada 2030.
Proyeksi tersebut terutama didorong pesatnya kebutuhan komputasi untuk artificial intelligence (AI). Hendra mengatakan kebutuhan investasi pembangunan data center mencapai sekitar US$10 juta untuk setiap 1 MW kapasitas. Angka itu belum mencakup pembelian lahan dan biaya operasional.
Dalam jangka pendek, tambahan kapasitas akan berasal dari sejumlah proyek yang telah memasuki tahap konstruksi, energization, hingga commissioning. Namun, realisasi ekspansi tetap bergantung pada ketersediaan listrik dan seberapa cepat kapasitas tersebut diserap pelanggan.
Sejumlah proyek besar mulai membentuk peta baru industri data center Indonesia. DCI Indonesia ($DCII), misalnya, menargetkan kapasitas terpasang meningkat dari 128 MW pada 2025 menjadi lebih dari 850 MW dalam 2–3 tahun mendatang.
Di sektor AI, Indosat ($ISAT) bersama Ooredoo Group, Nokia, dan Nvidia menyiapkan AI factory 200 MW di Batang, Jawa Tengah, yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester pertama 2027.
Kapasitas platform Zankore tersebut diproyeksikan mencapai 1 GW pada 2029.
Sementara itu, Firmus Technologies dan DayOne mengembangkan fasilitas Nvidia DSX AI Factory 360 MW di Batam dengan target operasi kuartal I 2027. CoreWeave juga mengumumkan rencana tiga data center berkapasitas total 360 MW yang diperkirakan beroperasi pada 2028.
Sementara itu, Firmus Technologies dan DayOne mengembangkan fasilitas Nvidia DSX AI Factory 360 MW di Batam dengan target operasi kuartal I 2027. CoreWeave juga mengumumkan rencana tiga data center berkapasitas total 360 MW yang diperkirakan beroperasi pada 2028.
Lonjakan proyek tersebut ikut memperkuat narasi “data center play” di IHSG, membuka peluang bagi emiten yang berada dalam rantai nilai data center, mulai dari penyedia infrastruktur hingga kebutuhan listrik dan teknologi.(*)




