Notification

×

Iklan

Iklan

ISI Padangpanjang Bina Siswa SDN 02 Lewat Gambar Bercerita Bernuansa Kemerdekaan

Senin, 14 September 2026 | 09:37 WIB
 


Padangpanjang, pasbana– Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat memberikan pembinaan seni rupa dan keterampilan bercerita kepada siswa SDN 02 Padangpanjang Timur. Kegiatan yang berlangsung sejak 19 Agustus hingga 12 Oktober 2026 itu secara khusus mengangkat pelatihan “Gambar Bercerita” bagi siswa sekolah dasar.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan pihak SDN 02 Padangpanjang Timur untuk mendapatkan pembinaan kesenirupaan dan bercerita secara berkesinambungan. Tim pengabdian diketuai Drs. Harisman, M.Si., dengan anggota Dr. Sulaiman Juned, M.Sn., Elvis, S.Sn., M.Sn., Hamzah, S.Sn., M.Sn., dan Jeki Aprisela, S.Sn., M.Sn.




Ketua Tim Pengabdian, Drs. Harisman, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan menggambar, tetapi juga memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai berbagai teknik gambar bercerita.

“Pembinaan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengolah rasa, karsa, dan cipta sekaligus melatih kemampuan mereka menyerap nilai-nilai estetika dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Harisman.




Pada periode kali ini, materi pelatihan mengangkat nuansa Hari Kemerdekaan. Para siswa diajak menginventarisasi berbagai objek visual yang dapat dieksplorasi menjadi karya gambar sekaligus membangun cerita yang mudah dipahami.

Objek yang digunakan antara lain bendera Merah Putih, suasana kemeriahan perayaan kemerdekaan, permainan tradisional, perlombaan, hingga kegiatan panjat pinang. Berbagai objek tersebut kemudian dikembangkan menjadi cerita visual sesuai imajinasi dan pengalaman anak.

Anggota Tim Pengabdian, Hamzah, S.Sn., M.Sn., mengatakan tema kemerdekaan dipilih sebagai salah satu sarana untuk mendorong peserta mengekspresikan ide dan imajinasi mereka. Namun, siswa tetap diberikan ruang untuk memilih dan mengembangkan bentuk sesuai gagasan masing-masing.




Dalam pelatihan, teknik pewarnaan yang digunakan berbasis media kering, seperti pensil warna, pastel, dan krayon. Menurut Hamzah, teknik tersebut relatif mudah diterapkan oleh siswa sekolah dasar karena tidak memerlukan proses pencampuran cat seperti pada penggunaan cat air maupun cat minyak.

Sementara itu, Harisman berharap hasil pembinaan dapat menjadi bekal bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang seni gambar bercerita untuk terus mengembangkan keterampilannya.

“Semoga anak-anak yang memang berminat dan berbakat dapat semakin mengasah kemampuan sehingga ke depan mampu mengikuti berbagai lomba seni rupa, seperti FLS3N dan kegiatan lainnya,” katanya.

Selain memberikan pengetahuan kesenirupaan, kegiatan tersebut juga memperkenalkan kekayaan cerita rakyat yang bersumber dari kearifan lokal Minangkabau. Materi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa dalam menciptakan karya gambar bercerita.

Anggota Tim Pengabdian, Dr. Sulaiman Juned, M.Sn., mengatakan pengenalan cerita rakyat penting dilakukan agar siswa tidak hanya terampil secara visual, tetapi juga mengenal kekayaan budaya yang ada di lingkungan mereka. Sulaiman merupakan dosen Seni Teater sekaligus sastrawan.




Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Guru Kelas SDN 02 Padangpanjang Timur, Rosi Darma, S.Pd. Ia mengucapkan terima kasih kepada para dosen ISI Padangpanjang yang telah hadir dan memberikan pengalaman belajar menggambar secara langsung kepada siswa kelas IV.

Menurut Rosi, kegiatan tersebut memberikan kesan mendalam dan manfaat besar bagi siswa. Antusiasme anak-anak, kata dia, sudah terlihat sejak mengetahui bahwa mereka akan belajar langsung dari para dosen yang memiliki keahlian di bidang seni.

“Ketika saya sampaikan bahwa mereka akan belajar langsung dari bapak-bapak dosen ahli seni, mata mereka tampak berbinar penuh rasa ingin tahu dan mereka bersorak gembira. Apalagi menggambar bercerita merupakan kegiatan yang sangat disukai anak-anak,” tuturnya.
(Soerya)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update