Notification

×

Iklan

Iklan

Kekeringan Meluas di Dharmasraya, 13.554 KK Terdampak Krisis Air Bersih

Sabtu, 12 September 2026 | 12:21 WIB
 


DHARMASRAYA, pasbana — Kekeringan mulai menjadi persoalan serius di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Hingga Kamis malam, 10 September 2026, sebanyak 106 jorong di 25 nagari yang tersebar pada 10 kecamatan dilaporkan mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

Dinas Komunikasi dan Informatika Dharmasraya mencatat sedikitnya 13.554 kepala keluarga (KK) terdampak. Hanya Kecamatan Sembilan Koto yang sejauh ini belum melaporkan wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani membentuk Satuan Tugas Penanganan Kemarau. Satgas bertugas mempercepat penanganan, termasuk distribusi air bersih serta penyediaan pompa untuk lahan pertanian yang terdampak kekeringan.

Mulai Jumat, 11 September 2026, pemerintah daerah mengerahkan armada tangki untuk menjangkau wilayah yang mengalami kekurangan air. Sebanyak empat mobil tangki milik Pemkab Dharmasraya, 10 unit dari balai, dan dua unit dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat disiapkan untuk mendukung distribusi.

Sebelumnya, penyaluran air telah dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain Gunung Selasih, Pulau Punjung, dan Koto Gadang. Distribusi kemudian diperluas ke Ampang Kuranji, Taratak Tinggi, Sikabau, serta sejumlah nagari lainnya.

Pemkab juga berkoordinasi dengan BNPB untuk pembangunan sumur bor di lokasi yang membutuhkan sumber air permanen. Dukungan tambahan armada tangki dari perusahaan turut diupayakan.

Bupati meminta BPBD dan perangkat terkait melakukan pendataan harian agar distribusi air dapat diarahkan berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update