PADANG PANJANG, pasbana— Kondisi kualitas udara di Kota Padang Panjang masih menjadi perhatian. Meskipun terjadi penurunan konsentrasi polutan dibandingkan hari sebelumnya, kualitas udara masih berada dalam kategori Tidak Sehat.
Berdasarkan hasil uji UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup, konsentrasi PM2.5 pada 15 September 2026 tercatat sebesar 127,840 µg/m³, turun dari 160,340 µg/m³ pada 14 September 2026.
Sejalan dengan itu, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) juga mengalami penurunan, dari 210,841 pada 14 September menjadi 176,490 pada 15 September 2026.
Namun, penurunan tersebut belum menunjukkan bahwa kondisi udara telah aman. Nilai ISPU 176,490 masih masuk kategori Tidak Sehat, sehingga masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.
PEMBELAJARAN JARAK JAUH DIBERLAKUKAN
Sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik, Wali Kota Padang Panjang memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa mulai dari jenjang PAUD hingga SMP.
Kebijakan tersebut diberlakukan sejak 14 September hingga 16 September 2026, menyusul kondisi kualitas udara yang dinilai belum cukup baik untuk mendukung aktivitas pembelajaran secara normal di sekolah.
Kebijakan ini menjadi bentuk kehati-hatian pemerintah dalam melindungi kesehatan anak-anak. Mengingat peserta didik harus tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang masih tercemar, pembelajaran dari rumah dinilai menjadi salah satu langkah yang dapat mengurangi paparan polusi udara secara langsung.
Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan dari paparan partikulat udara.
Orang tua juga diharapkan memperhatikan kondisi kesehatan anak. Apabila muncul keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, batuk berat, atau gangguan pernapasan yang semakin memburuk, segera mencari pertolongan medis.
Kondisi udara yang sedikit membaik pada 15 September tidak serta-merta berarti persoalan telah selesai. Pemantauan kualitas udara tetap diperlukan, terutama karena kesehatan anak-anak dan masyarakat harus menjadi prioritas.
Ada penurunan angka, tetapi belum ada alasan untuk lengah.(*)
Oleh: Abril






