Notification

×

Iklan

Iklan

Padang Targetkan 60 Ribu Pohon untuk Pulihkan Hulu DAS Batang Kuranji

Kamis, 10 September 2026 | 09:15 WIB
 


PADANG, pasbana — Upaya mengurangi risiko banjir dan banjir bandang di Kota Padang mulai diarahkan lebih kuat ke kawasan hulu. Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia meluncurkan Festival Tanam Hulu dengan target menanam sedikitnya 60 ribu bibit pohon di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji.

Program tersebut resmi dimulai melalui penanaman perdana di kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, Rabu (9/9/2026). Festival yang dirancang berlangsung selama sekitar tujuh bulan itu melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat hingga warga setempat. 

Ketua Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia Hendra Amriz mengatakan Festival Tanam Hulu tidak sekadar kegiatan penghijauan, tetapi dirancang sebagai gerakan kolaboratif untuk memperkuat kawasan hulu sekaligus menekan risiko bencana.

“Festival Tanam Hulu ini merupakan kegiatan multi-event yang berlangsung sekitar 30 minggu atau tujuh bulan. Program ini didukung klaster konsolidasi, edukasi, dan kompetisi yang saling berkaitan,” kata Hendra. 

Pada tahap awal, kegiatan dipusatkan di Kecamatan Kuranji dan Pauh. Jenis vegetasi yang ditanam mencakup tanaman hutan, agroforestri, bambu, serta tanaman yang berfungsi membantu mengikat tanah.

Menariknya, setiap pohon dan bambu yang ditanam akan dipantau menggunakan teknologi geotagging. Menurut Hendra, sistem tersebut memungkinkan proses pemantauan dan evaluasi dilakukan secara lebih terukur, termasuk setelah proses penanaman selesai. 

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menilai penanganan risiko banjir di Padang tidak cukup hanya melalui normalisasi sungai. Rehabilitasi kawasan hulu harus berjalan bersamaan.

“Kawasan ini sangat penting karena berpengaruh terhadap kondisi lingkungan dan kebencanaan di Kota Padang,” ujar Andre.

Ia menyebut dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN telah disiapkan untuk mendukung penanaman 60 ribu pohon dengan anggaran sekitar Rp2 miliar. 

Wali Kota Padang Fadly Amran juga menekankan pentingnya green infrastructure. Menurutnya, mitigasi bencana tidak bisa hanya mengandalkan bangunan fisik.

“Jika kawasan hulu sungai tidak kita jaga dan tidak kita hijaukan kembali, maka ancaman banjir dan banjir bandang akan selalu berpotensi terjadi,” kata Fadly.
Pemerintah Kota Padang selanjutnya juga berencana memperkuat sistem peringatan dini dengan pemasangan sensor dan perangkat pemantauan di kawasan rawan bencana. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update