Notification

×

Iklan

Iklan

Payakumbuh Libatkan 2.300 ASN Jadi Produsen Pangan untuk Tekan Inflasi

Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB


PAYAKUMBUH, pasbana — Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, mengubah strategi pengendalian inflasi pangan dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari rantai produksi. Sebanyak 2.300 ASN didorong tidak hanya menjadi konsumen, tetapi ikut menghasilkan pangan di lingkungan masing-masing.

Langkah tersebut diwujudkan melalui program PETANI BERDASI (Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi) yang diluncurkan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Jumat (11/9/2026). Program urban farming itu ditandai dengan penanaman bawang merah di halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh.

Bawang merah menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena harganya dapat berpengaruh terhadap inflasi dan pasokannya masih bergantung dari daerah lain.

“Melalui inovasi ini, sebanyak 2.300 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Payakumbuh ditransformasikan dari sekadar konsumen menjadi produsen mandiri (prosumer),” kata Zulmaeta.

Selain PETANI BERDASI, Pemkot Payakumbuh juga memperkuat program GraNILA JARWO, yakni penyediaan benih berlabel secara gratis dengan sistem tanam jajar legowo. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi sekaligus produktivitas padi.

Kebijakan ini menempatkan pengendalian inflasi tidak hanya pada intervensi harga atau operasi pasar, tetapi juga pada penguatan produksi pangan lokal. Dengan semakin banyak lingkungan pemerintahan dan masyarakat menghasilkan komoditas pangan sendiri, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah diharapkan dapat ditekan.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update