Notification

×

Iklan

Iklan

Rp17 Triliun untuk Peternakan, Pemerintah Mulai Merombak Rantai Pasok Nasional

Sabtu, 26 September 2026 | 16:27 WIB
 


Pasbana - Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak ayam, telur, dan susu diproduksi, tetapi juga seberapa kuat rantai pasok yang menopangnya. Karena itu, pemerintah mulai menggeser pendekatan pembangunan peternakan dari sekadar meningkatkan produksi menuju ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk membangun ekosistem peternakan di sejumlah wilayah Indonesia. Program ini diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus membangun fondasi produksi yang lebih terintegrasi.

Tahap awal pembangunan mencakup lima kawasan di Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo. Untuk lima kawasan tersebut, pemerintah menyiapkan sekitar Rp2,2 triliun.

Di dalam ekosistem itu, pembangunan tidak berhenti pada kandang atau produksi ternak. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti pabrik pakan dan produksi DOC atau day old chicken, sehingga kebutuhan produksi dapat ditopang dari dalam ekosistem.

“Lima pabrik pakan, DOC dan seterusnya itu selesai tahun depan. Insyaallah lima ini diresmikan tahun depan,” kata Amran saat kunjungan kerja di Bone, Sulawesi Selatan, dikutip Sabtu (26/9/2026).

Bone menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian. Pengembangan peternakan di wilayah tersebut mencakup area sekitar 150 hektare. Pemerintah menargetkan pembangunan lima kawasan tahap awal itu rampung pada 2027.

Secara ekonomi, model terintegrasi penting karena biaya dan efisiensi tidak hanya ditentukan oleh proses produksi akhir. Pakan, bibit, distribusi hingga pengolahan merupakan mata rantai yang saling memengaruhi. Gangguan pada satu titik dapat ikut mendorong biaya di titik berikutnya.

Amran menyebut dukungan anggaran dan administrasi untuk proyek tersebut telah diselesaikan sehingga pembangunan di lapangan dapat dipercepat.

Dengan investasi Rp17 triliun, proyek ini pada akhirnya bukan sekadar membangun kawasan peternakan baru. Tantangan berikutnya adalah memastikan ekosistem tersebut mampu menciptakan pasokan yang stabil, efisien, dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update