Notification

×

Iklan

Iklan

Terjebak Labirin Gaib, Anton Permana Bertaruh Nyawa di Film Ini

Minggu, 13 September 2026 | 21:59 WIB
Anton Permana Dt. Hitam bersama tokoh masyarakat menjelang menonton film Urang Bunian di Basko City Mall Padang, Minggu (13/9/2026).


​Padang, pasbana - Para pecinta genre horor di tanah air resmi disuguhi sajian mencekam yang diangkat dari mitologi lokal ternama. Film horor terbaru produksi DHF Entertainment berjudul Urang Bunian, karya sutradara Rendy Herpy, resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai hari ini, 13 September 2026.

​Sejak penayangan perdana, antusiasme masyarakat tampak meledak. Di Bioskop XXI Basko City Mall Padang, suasana nonton bareng berlangsung sangat meriah dan dipadati oleh para tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, hingga anak nagari Koto Nan Ampek, Kota Payakumbuh. Kehadiran para tokoh adat ini memberikan dukungan penuh terhadap film yang mengangkat latar budaya dan legenda mistis Minangkabau tersebut.

​Kisah berawal dari aksi nekat Teddy (Dimas Aditya), seorang prajurit TNI, yang berniat pulang ke kampung halaman istrinya, Annisa, di Sumatera Barat. Didampingi sahabatnya, Kevin (Fauzan Nasrul), mereka menempuh perjalanan darat menuju kawasan pedalaman.




​Petaka dimulai ketika mereka mengabaikan wejangan warga lokal untuk menunda perjalanan hingga pagi hari. Teddy dan Kevin menolak keras lalu nekat menembus pekatnya malam, keputusan fatal yang membawa mereka melintasi batas alam nyata menuju labirin gaib di dalam hutan terlarang tempat Urang Bunian bersemayam.

​Hutan tersebut seolah hidup dan memutarbalikkan kenyataan. Setiap langkah hanya membawa mereka kembali ke titik semula, sementara bisikan, bayangan, dan manipulasi pikiran terus menguji fisik serta mental mereka.

​Di tengah situasi mencekam tersebut, ketegangan makin memuncak saat karakter Mak Datuak, paman dari Annisa, bertaruh nyawa menembus dimensi mistis demi menyelamatkan mereka. Karakter ini diperankan langsung secara ikonis oleh Anton Permana Dt. Hitam (Niniak Mamak Koto Nan Ampek, Kota Payakumbuh), yang memberikan aksi heroik penuh risiko sekaligus menambah bobot kultural yang sangat kuat dalam film ini.

​Usai pemutaran film, kesan mendalam dirasakan langsung oleh para penonton yang hadir. Dina, salah satu penonton, mengaku merinding sepanjang alur cerita berjalan. 

"Dari awal sampai akhir tegang banget, suasana hutannya berasa riil dan bikin kaget," ujarnya.

​Apresiasi tinggi juga datang dari Bundo Kanduang Nagari Koto Nan Ampek, Wulan Denura. Menurutnya, film ini tidak hanya menjual rasa takut, tetapi juga sarat akan pesan moral dan pelestarian budaya. 

"Ceritanya sangat kuat memadukan mitos lokal Minangkabau dengan pesan adat agar kita selalu menghormati kearifan lokal," tutur Wulan Denura selaku Bundo Kanduang Koto Nan Ampek.

​Senada dengan hal tersebut, Ami menyebut kualitas sinematografi film ini berhasil membawa penonton masuk ke dalam suasana mistis. 

"Scoring musik dan visualnya dapet banget, benar-benar bikin merinding," ungkap Ami. 

Sementara itu, Rolly menegaskan bahwa film ini wajib ditonton pecinta horor tanah air. "Ini horor yang beda karena mengangkat legenda daerah yang autentik, wajib banget ditonton di bioskop!" tegas Rolly.

Ditambahkan mereka, ​film ini menawarkan mitologi lokal yang sangat otentik karena mengupas tuntas legenda perkampungan gaib Urang Bunian. Duet akting memukau Dimas Aditya dan Fauzan Nasrul, berpadu dengan ketegangan peran Anton Permana serta keterlibatan langsung tokoh adat Minangkabau, menjadikan atmosfer kebudayaan di dalam film ini terasa sangat riil dan sakral. (Bayu)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update