TANAH DATAR, pasbana — Siswa SMP Negeri 3 X Koto, Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar, menunjukkan semangat berkarya dan kepedulian terhadap lingkungan melalui partisipasi dalam dua kegiatan yang mempertemukan dunia pendidikan, sastra, kebudayaan, dan konservasi alam. Dalam dua agenda tersebut, siswa SMPN 3 X Koto mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan potensi generasi muda nagari di ruang yang lebih luas.
Dua kegiatan tersebut adalah Workshop Apresiasi Sastra dan Pertunjukan Puisi yang diselenggarakan di Rumah Puisi Taufiq Ismail, Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar, serta Simposium dan Deklarasi Pusat Riset Etnobiologi Sumatera di Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa, 27 Oktober 2026.
Keikutsertaan siswa dalam kedua kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memperluas pengalaman belajar, mengembangkan bakat dan minat, serta menanamkan nilai-nilai literasi, kebudayaan, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Tiga Siswi SMPN 3 X Koto Ikuti Workshop Apresiasi Sastra
Dalam kegiatan Workshop Apresiasi Sastra dan Pertunjukan Puisi, tiga siswi SMPN 3 X Koto, yaitu Reffa Kurnia Sari, Jihanil Mardiah, dan Widya Lestari, mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Sanggar Matahari bekerja sama dengan Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Museum Sastra Indonesia, dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada 27–30 Oktober 2026 di Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Museum Sastra Indonesia, Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar, tersebut menghadirkan ruang pembelajaran sastra bagi pelajar dan guru Bahasa Indonesia se-Sumatera Barat.
Peserta mendapatkan kesempatan untuk mendalami apresiasi sastra, penulisan puisi, pembacaan puisi, dan musikalisasi puisi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kepekaan rasa, imajinasi, kemampuan berbahasa, serta keberanian mengekspresikan gagasan melalui karya sastra.
Ketiga siswi tersebut didampingi oleh guru SMPN 3 X Koto, Joni Satria, S.Pd., yang turut mendukung partisipasi mereka dalam kegiatan pengembangan literasi dan kreativitas.
Keikutsertaan ini diharapkan dapat memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan potensi kepenulisan dan seni pertunjukan.
Bagi SMPN 3 X Koto, sastra bukan sekadar materi pembelajaran di ruang kelas, melainkan juga sarana untuk membangun karakter, menumbuhkan empati, dan melatih generasi muda agar mampu menyampaikan gagasan secara kreatif.
Tampilkan Teater Konservasi di Hadapan Sivitas Akademika UNP
Pada agenda lainnya, siswa SMPN 3 X Koto tampil membawakan Teater Konservasi dalam kegiatan Simposium dan Deklarasi Pusat Riset Etnobiologi Sumatera yang diselenggarakan oleh Kelompok Riset Keanekaragaman Hayati Sumatera bersama Departemen Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 1, FMIPA UNP, pada Selasa, 27 Oktober 2026, mengangkat tema “Keselarasan Alam, Pengetahuan, Nagari dan Budaya dalam Kajian Etnobiologi Sumatera.”
Penampilan siswa SMPN 3 X Koto menjadi salah satu bentuk partisipasi generasi muda dalam menyuarakan pentingnya pelestarian lingkungan melalui pendekatan seni pertunjukan. Teater menjadi media edukasi yang menghubungkan kreativitas, pesan lingkungan, dan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Penampilan tersebut disaksikan oleh sivitas akademika Universitas Negeri Padang, unsur lembaga adat, serta lembaga konservasi sumber daya alam (SDA). Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk tampil di hadapan kalangan akademisi dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian alam, pengetahuan lokal, dan kebudayaan.
Delegasi siswa SMPN 3 X Koto terdiri atas M. Ilyas, Yesdi Ogi Saputra, Salman Yusra, Irfan Maulana, dan Radit Saputra, dengan Afif Alfarisi sebagai guru pendamping.
Kehadiran mereka tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga membawa semangat anak nagari untuk ikut mengambil peran dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.
Melalui Teater Konservasi, seni pertunjukan menjadi jembatan untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan isu-isu pelestarian alam. Pengalaman ini sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk memahami bahwa menjaga lingkungan membutuhkan pengetahuan, kepedulian, dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Menghubungkan Pendidikan, Alam, dan Kearifan Lokal Nagari
Bagi siswa yang tumbuh di Nagari Singgalang, keterlibatan dalam kegiatan sastra dan konservasi memiliki relevansi tersendiri. Nagari bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang belajar yang menyimpan kekayaan alam, tradisi, pengetahuan lokal, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan sastra, siswa belajar mengolah pengalaman menjadi gagasan dan karya. Sementara melalui Teater Konservasi, mereka mendapatkan ruang untuk menyampaikan kepedulian terhadap lingkungan dengan cara yang kreatif dan komunikatif.
Kedua pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan dapat berlangsung melalui berbagai pendekatan. Literasi, seni, budaya, dan lingkungan dapat saling terhubung untuk membentuk peserta didik yang memiliki wawasan luas serta kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya.
Partisipasi dalam kegiatan yang melibatkan Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Universitas Negeri Padang juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal lingkungan belajar di luar sekolah serta membangun kepercayaan diri melalui pengalaman nyata.
Dari Singgalang Menebar Cahaya
Keikutsertaan siswa SMPN 3 X Koto dalam dua kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah untuk memberikan ruang tumbuh bagi potensi peserta didik. Prestasi pendidikan tidak hanya diukur melalui capaian akademik, tetapi juga melalui keberanian berkarya, kemampuan berkolaborasi, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemauan untuk belajar dari berbagai pengalaman.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi tumbuhnya generasi muda Singgalang yang mencintai literasi, menghargai kebudayaan, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam.
Dari panggung apresiasi sastra hingga penampilan Teater Konservasi di lingkungan akademik UNP, siswa SMPN 3 X Koto menunjukkan bahwa anak nagari memiliki ruang untuk belajar, berkarya, dan menyampaikan gagasan bagi masa depan.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita sekolah untuk membentuk warga sekolah yang unggul dalam prestasi, religius, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.
SMPN 3 X Koto — Dari Singgalang Menebar Cahaya.
(JS)








