Notification

×

Iklan

Iklan

Molekul "Lebih": Rahasia di Balik Rasa Ingin Tahu dan Ambisi Manusia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:22 WIB
 


Pasbana - Mengapa manusia tidak pernah puas? Mengapa kita terus mencari tempat baru, ide baru, dan tantangan baru, padahal hidup sudah cukup nyaman? Menurut Daniel Z. Lieberman, MD dan Michael E. Long dalam buku The Molecule of More, jawabannya tersembunyi dalam satu zat kimia otak: dopamin.

Bukan Sekadar Zat Kesenangan


Selama ini dopamin sering disebut "hormon bahagia". Para penulis meluruskan anggapan itu. Dopamin sebenarnya adalah molekul keinginan, bukan kepuasan. Ia mendorong kita untuk mengejar, mencari, dan membayangkan masa depan. Ketika tujuan tercapai, justru zat lain seperti serotonin dan endorfin yang memberi rasa cukup dan tenang.

Dua Sistem dalam Diri Kita


Buku ini membagi kerja otak menjadi dua kubu. Sistem dopamin hidup di masa depan: ia penuh rencana, mimpi, dan kegelisahan produktif. Sistem "di sini dan sekarang" hidup di masa kini: ia menikmati hubungan, sentuhan, dan momen yang nyata. Kehidupan yang sehat membutuhkan keduanya.

Dopamin Membentuk Peradaban


Bagian yang paling menginspirasi adalah bagaimana dopamin menjelaskan kemajuan manusia. Dorongan untuk melihat apa yang ada di balik cakrawala membuat nenek moyang kita menjelajah benua, para ilmuwan menemukan obat, dan para seniman menciptakan karya. Tanpa dopamin, tidak akan ada penjelajahan, sains, maupun kreativitas.

Sisi Gelap Pengejaran


Namun dopamin ibarat pisau bermata dua. Penulis menunjukkan bahwa kadar dopamin yang berlebihan berkaitan dengan kecanduan, perilaku impulsif, dan sulitnya merasa puas. Orang yang terus mengejar "yang berikutnya" bisa kehilangan kemampuan menikmati apa yang sudah dimilikinya. Dalam hubungan, misalnya, gairah awal yang digerakkan dopamin perlahan memudar. Cinta yang bertahan lama perlu dipelihara oleh kedekatan dan rasa saling percaya.

Antara Mimpi dan Realitas


Dopamin juga berperan dalam kemampuan kita berimajinasi. Ia membantu kita membayangkan hal-hal yang belum ada, tetapi bila tak terkendali, imajinasi bisa melepaskan kita dari kenyataan. Buku ini mengingatkan bahwa kita perlu menyeimbangkan kreativitas dengan pijakan yang nyata.

Pelajaran untuk Kita


Pesan utamanya sederhana: jangan melawan dorongan untuk berkembang, tetapi jangan pula diperbudak olehnya.

Beberapa langkah kecil bisa dicoba:
  • Rayakan pencapaian, sekecil apa pun, sebelum mengejar target berikutnya.
  • Hadir sepenuhnya saat bersama orang tercinta, tanpa terganggu gawai.
  • Arahkan ambisi pada tujuan yang bermakna, bukan sekadar pencarian hal baru.
Dopamin adalah mesin yang membuat manusia bermimpi dan bergerak maju. Namun kebahagiaan sejati lahir ketika kita mampu menyeimbangkan dua hal: berani mengejar yang belum ada, dan bersyukur atas yang sudah di genggaman.
(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update