TANAH DATAR, pasbana — Jejak perjalanan Luhak Nan Tuo tidak hanya tersimpan dalam cerita turun-temurun. Foto, peta, dokumen pemerintahan hingga manuskrip kuno menjadi bukti sejarah yang kini dibuka kepada publik melalui Pameran Arsip Kabupaten Tanah Datar.
Pameran bertema “Luhak Nan Tuo dalam Sejarah: Menjaga Warisan Budaya dan Memori Kolektif Daerah” itu digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Datar di Depo Arsip Kabupaten Tanah Datar, Selasa (6/10/2026).
Bupati Tanah Datar melalui Asisten Administrasi Umum Sri Mulyani mengatakan arsip tidak semestinya dipandang sebagai dokumen lama yang hanya disimpan. Arsip merupakan rekaman perjalanan daerah sekaligus sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.
“Arsip bukan hanya tumpukan kertas tua. Arsip merupakan memori kolektif bangsa, saksi bisu sejarah dan jendela yang merekam perjalanan hidup serta perjuangan para pendahulu kita,” katanya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Datar Ermon Revlin mengatakan pameran menampilkan arsip yang merekam sejarah, budaya, pemerintahan dan perkembangan pembangunan daerah.
Koleksi tersebut antara lain foto dan peta milik dinas, serta manuskrip dan naskah kuno dari masyarakat pecinta sejarah.
Sri Mulyani menekankan pentingnya penyelamatan arsip secara fisik sekaligus digital. Menurut dia, digitalisasi diperlukan agar arsip bersejarah tidak mudah hilang atau rusak serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, penelitian dan penguatan identitas daerah.
Pameran melibatkan unsur pemerintah, pelajar, mahasiswa, insan kearsipan dan masyarakat pecinta sejarah. Pemerintah daerah berharap arsip tidak berhenti sebagai koleksi, tetapi menjadi sumber pembelajaran untuk memahami sejarah dan nilai budaya Luhak Nan Tuo.(*)




