Notification

×

Iklan

Iklan

Pensiun Nyaman Butuh Dana Berapa? Mengenal Aturan 4 Persen untuk Masa Tua

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:07 WIB



Pasbana - Bayangkan, suatu pagi Anda terbangun tanpa alarm, menikmati secangkir kopi, lalu menjalani hari tanpa harus memikirkan pekerjaan dan gaji bulanan. Pensiun seperti itu terdengar menyenangkan. 

Namun, ada satu pertanyaan penting: berapa banyak uang yang harus disiapkan agar hidup tetap nyaman ketika penghasilan rutin berhenti?

Salah satu pendekatan yang kerap digunakan untuk menghitung kebutuhan dana pensiun adalah 4% rule atau aturan 4 persen. Metode ini memberikan gambaran berapa besar aset yang perlu dikumpulkan agar seseorang berpeluang membiayai hidupnya dari portofolio investasi.

Menghitung Dana Pensiun dengan Aturan 4 Persen


Prinsipnya sederhana: kebutuhan pengeluaran tahunan dikalikan 25. Angka tersebut berasal dari perhitungan 100 persen dibagi 4 persen.

Misalnya, seseorang membutuhkan Rp10 juta per bulan untuk hidup. Artinya, pengeluaran tahunannya mencapai Rp120 juta. Dengan aturan 4 persen, perkiraan dana pensiun yang perlu disiapkan adalah:
Rp120 juta × 25 = Rp3 miliar.

Angka Rp3 miliar itu bukan jaminan uang akan cukup seumur hidup. Aturan 4 persen berasal dari penelitian historis pasar investasi, terutama saham dan obligasi Amerika Serikat, dengan asumsi serta periode pensiun tertentu. Hasilnya belum tentu cocok diterapkan langsung di Indonesia yang memiliki inflasi, kondisi pasar, dan karakter instrumen investasi berbeda.

Bukan Sekadar Mengumpulkan Uang


Dana pensiun juga perlu disesuaikan dengan gaya hidup, lokasi tempat tinggal, usia berhenti bekerja, dan berapa lama waktu yang tersedia untuk menabung.

Inflasi menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan. Pengeluaran Rp10 juta per bulan hari ini bisa jauh lebih besar 20 atau 30 tahun mendatang. Karena itu, perencanaan perlu memperhitungkan kenaikan biaya hidup, bukan hanya memakai angka pengeluaran saat ini.

Instrumen investasi pun harus dipilih secara cermat. Reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, dan Surat Berharga Negara (SBN) memiliki karakteristik risiko, likuiditas, serta potensi imbal hasil yang berbeda.

SBN, termasuk seri syariah, dapat menjadi salah satu sumber pendapatan melalui kupon atau imbal hasil sesuai ketentuan produknya. Namun, pendapatan tersebut tetap perlu dibandingkan dengan kebutuhan hidup, inflasi, pajak, dan jatuh tempo investasi. Menempatkan seluruh dana pada satu instrumen juga bukan otomatis pilihan paling aman untuk setiap orang.

Mulai dari Sekarang, Sesuaikan dengan Kemampuan


Jika target Rp3 miliar terasa besar, jangan langsung berkecil hati. Mulailah dengan menghitung pengeluaran, menentukan usia pensiun yang diinginkan, menyisihkan uang secara rutin, dan meningkatkan investasi seiring pertumbuhan penghasilan.

Bila dana pensiun ternyata belum mencukupi, penghasilan tambahan setelah pensiun bisa menjadi salah satu alternatif, selama kondisi kesehatan dan kesempatan kerja memungkinkan.

Pada akhirnya, pensiun nyaman bukan hanya tentang seberapa besar tabungan, melainkan juga bagaimana uang tersebut dikelola agar mampu menopang kehidupan dalam jangka panjang.

Sudahkah Anda menghitung kebutuhan dana pensiun sendiri? Mulailah hari ini, karena waktu adalah salah satu aset paling berharga dalam membangun masa depan finansial.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update