JAKARTA, pasbana— Inovasi kesehatan digital karya tim dosen Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Physitalk, masuk nominasi People’s Choice SDGs Award 2026. Masyarakat dapat memberikan suara hingga 30 Oktober 2026 melalui laman nominasi Pioneers in SDGs Awards.
Berdasarkan laman resmi nominasi, Physitalk tercatat sebagai proyek nomor 75 dari Indonesia. Platform ini dikembangkan untuk membantu mengatasi dua persoalan gizi anak, yakni stunting yang dapat menghambat perkembangan motorik serta meningkatnya obesitas.
Physitalk menawarkan rekomendasi latihan yang dipersonalisasi berdasarkan kebutuhan anak dan dirancang mengacu pada bukti ilmiah. Melalui pendekatan digital dan gamifikasi, platform ini membantu orang tua melakukan pendampingan latihan anak di rumah.
Inovasi tersebut mengangkat isu kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung dua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 2 tentang penghapusan kelaparan dan SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera.
Tim peneliti Physitalk terdiri atas Zahra Sativani sebagai peneliti utama, bersama Yusuf Nasirudin dan Ari Sudarsono sebagai anggota peneliti.
Masuknya Physitalk dalam daftar nominasi internasional membuka kesempatan bagi inovasi kesehatan Indonesia untuk memperoleh pengakuan melalui pilihan publik. Namun, status nominasi tidak serta-merta berarti platform tersebut telah memenangkan penghargaan.
Voting Ditutup 30 Oktober
Pemungutan suara People’s Choice SDGs Award 2026 berlangsung pada 15–30 Oktober 2026. Sementara itu, seremoni penghargaan dijadwalkan pada 4 November 2026, menurut laman penyelenggara.
Masyarakat yang ingin mendukung Physitalk dapat mengunjungi laman resmi nominasi, memasukkan nomor proyek 75, lalu memilih Physitalk dan mengonfirmasi suara.
Penyelenggara menyebut setiap perangkat hanya dapat digunakan untuk satu suara; suara tambahan dari perangkat yang sama dinyatakan tidak valid.(*)




