Notification

×

Iklan

Iklan

Goa Ayia Lului, Mutiara Tersembunyi di Nagari Sungai Patai

30 Oktober 2017 | 09:48 WIB Last Updated 2017-10-30T02:48:01Z

Goa Ayia Lului, di Nagari Sungai Patai


Tanah Datar –  Satu lagi, situs cagar budaya Goa Ayia Lului tantang para pencita alam untuk menikmati keindahan alamnya yang terletak di ketinggian kurang lebih 1000 meter dari permukaan laut yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di Kecamatan Sungayang Nagari Sungai Patai, selain Treknya yang menantang, tempat tersebut sangat cocok bagi para bagi kaula muda dalam menguji nyali dan fisinya.

Goa Ayai Lului ini merupakan salah satu cagar budaya yang letaknya di tengah hutan belantara dan juga berbatasan langsung antara Tanah Datar dengan kabupaten Limapuluh Kota, Gao ini terkenal dengan nilai sejarahnya, pada tahun 1958 Goa ini merupakan tempat persembunyian para tentara PDRI pada masa penjajahan.

Kaur Pembangunan Nagari Sungai Patai, Defrianto (42) mengatakan, Gao yang ditemukan masyarakat sejak beberapa tahun lalu, merupakan tempat persembunyian para pahlawan kita jaman dulu, selain tempatnya yang masih asri, jarak tempuh dari perkampunganpun tidak terlalu jauh, sehingga para wisatawan yang ingin melihat dan menyaksikan keindahan Stalakmit dan Stalaktit dalam Goa dapat dengan mudah melihatnya.

“Kalo jarak tempuh normal biasanya dari perkampungan, memakan waktu kurang lebih 2 jam, setelah itu kita kan menemukan 4 Goa disana, dengan satu Air terjun yang berada di tengah perjalanan menuju ke Mulut Goa,” jelas Defrianto yang juga didampingi Ariswandi (35) selaku Kasi Kesenian dari Dinas Pendidikan dan Kesenian Tanah Datar, saat melakukan exspedisi melihat Goa tersebut, Minggu (29/10).





Tambah Defrianto, area seluas kurang lebih 10 hektar ini, selain letaknya di perbatasan, destinasi wisata yang satu ini masih belum banyak di ketahui orang, sehingga untuk mengangkat tempat ini menjadi sebuah tempat wisata baru, perlu dukungan pemerintah setempat untuk sama-sama bisa melestarikan tempat bersejarah ini, sehingga tempat pariwista di Tanah Datar bertambah dengan hadirnya, Goa Ayia Lului ini.

“Kita berharap kepada pemerintah agar mau memberikan dukungan dalam mengembangkan destinasi wisata Goa Ayia Luluih ini sehingga Nagari Sungai Patai selain terkenal dengan budaya Sileknya, juga terkenal dengan desa Wisatanya, guna  menambah nilai ekonomi bagi masyarakat yang nota benenya sebagai petani, sehingga Nagari ini juga bisa maju seperti Nagarai lainnya yang ada di Luar Tanah Datar,” tutur Defrianto.

Lebih lanjut Defrianto juga mengatakan, selain masyarakat di sekitar, Goa Ayia Luluih juga pernah di kunjungi oleh tim BPBD Tanah Datar guna menyaksikan keindahan alam dan uji fisik aggotanya, selain itu juga para mahasiswa dari IAIN Tanah Datar juga pernah berkunjung kemari dalam rangka mengisi kegiatan Mapala Kampus Islam tersebut. Didengar dari komentar para tamu yang datang di kesini, pada umumnya mereka puas dan senang, sehingga ini bisa menjadi catatan tersendiri bagi kami selaku pengurus Nagari dalam mengembangkan daerah ini.



Semetara itu salah satu Wartawan Senior Harian Singgalang, Musriadi Musanif yang ikut pada tim Exspedisi itu, mengatakan, bagi saya selain menguji fisik, pendaikian menuju Goa ini juga menyehatkan raga, keringat kita keluar, Fikiran kita Fres dan udara yang kita hiruppun bersih, sehingga apabila tempat ini dibangun seperti layaknya tempat wisata di Bukittinggi yang kita kenal dengan Janjang seribu Koto Gadang, wah saya rasa tempat ini juga tidak kalah menarik. Nah bagi para pencinta alam yang suka akan tantangan coba trek ini, dijamin kepuasan akan kita dapatkan, kalau yang tua saja mampu kenapa yang muda tidak bisa, ajak Musriadi sambil menghela nafas di sela-sela istirahat saat melaksanakan pendakian.

Tambahnya, dirinya sangat takjub dengan keindahan Goa Ayia Luluih ini, sehingga dengan usia yang sudah tidak muda lagi ini, dirinya ampu menyelesaikan misi dari mulai Star hingga Finish untuk dapat melihat langsung salah satu keindahan ciptaan tuhan ini.

“Kalau dilihat dari treknya sepertinya saya tidak sanggup untuk menyelesaikan perjalanan ini, mengingat usia yang sudah tidak muda lagi, namu karena semangat yang kuat dan suport dari teman-teman akhirnya Empat Goa dan satu air terjun dapat saya saksikan degan nyata, ini sangat luar biasa dan perlu di lestariakan agar destinasi wisata di Tanah Datar tidak hanya sebatas Istano Basa Pagaruyung saja,” jelas Wartawan Utama itu. (Put)