Notification

×

Iklan

Iklan

Belum Diketahui Penyebabnya, Gunung Talang di Kabupaten Solok Terbakar

01 Februari 2018 | 21:14 WIB Last Updated 2018-02-01T14:16:48Z


Solok - Sehari setelah kebakaran melanda perkebunan warga di Guak Ringin Jorong Aia Batumbuak Nagari Paninjauan yang menghancurkan tanaman warga hari ini, Kamis (1/2) api mencul di puncak Gunung Talang Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat.

Belum diketahui asal api yang membakar puncak gunung api itu namun hingga berita ini diturunkan kepulan asap masih terlihat membubung ke angkasa. Bahkan, jelang shalat maghrib api terlihat makin membesar dan mulai turun ke pinggang gunung. “Makin senja (Malam,- Red), makin parah,” tulis Mike S. Endriani salah seorang warga di akun facebooknya.

Berbeda dengan Mike, Hendrawan seorang warga setempat melalui akun facebook pribadinya terlihat emosian dan mengutuk orang (Pendaki,- Red) yang membakar gunung talang dikampungnya. “Mungkin ada pendaki yang naik tadi malam lalu berbuat tidak bertanggung jawab atau juga mungkin gunung dibakar mereka,” tulis dia.

Seorang anggota DPRD Kab. Solok dari Partai PKS Nosa Ekananda, S.Pd berkomentar dikiriman Hendrawan itu. “Jika memang sengaja di bakar tolong tindak tegas. Saya sebagai pelanggan guntal sangat marah dalam hal ini,” ucap Nosa dalan komentarnya dikiriman Hendrawan.



Hingga kini petugas dan Damkar sudah berada disekitar gunung talang namun karena sulitnya akses jalan petugas tidak dapat menjangkau titip api dan hanya dapat memantau aktivitas gunung talang dari kejauhan.

Sementara itu Kepala Bidang Pengamanan dan Perlindungan Hutan, Dinas Kehutanan Sumbar, Faridil Afrasy, Kamis (1/2) mengatakan sepanjang dua bulan kedepan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumbar makin tinggi. Dirinya berharap masyarakat dapat waspada terhadao dampak kebakaran itu, Sumbar dinyatakan waspada kebakaran.

“Sekarang kita sedang susun surat imbauan gubernur, Sumbar waspada kebakaran,”sebut Kepala Bidang Pengamanan dan Perlindungan Hutan, Dinas Kehutanan Sumbar, Faridil Afrasy Kamis (1/2).

Peringatan waspada tersebut seiring dengan tingginya suhu udara di Sumbar belakangan ini. Kondisi itu juga merupakan perulangan kenaikan suhu tahunan, dari Januari-Maret, kemudian puncaknya sepanjang Juni Sampai September.

Dinas Kehutanan mencatat hanya ada dua titik api yang tercatat dua satelit. Pertama titik panas di Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok, Kecamatan Lembah Gumanti.

“Kadang memang tidak semuanya kebakaran hutan dan lahan terdeteksi oleh satelit, sebaliknya semua titik api yang terdeteksi tidak semuanya pula yang merupakan kebakaran hutan dan lahan,”ujarnya seperti yang dikutip dari portalberitadelik.com. (Nal)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update