Tanah Datar – Belum sampai 1 tahun, Pasar Koto Baru alami dua kali kebakaran di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, untuk kedua kalinya ini, Minggu (25/3) sekitar pukul 19.45 WIB. Kebakaran menghabiskan 7 unit kios dan 1 unit rumah.
Berdasarkan pantauan Pasbana.com dilapangan, hingga pukul 11.00 WIB Senin (26/3) belum ada satupun bantuan yang tampak diberikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tanah Datar kepada korban kebakaran.
Seperti yang disampaikan Dedi Efendi (31) penjual ayam goreng yang kiosnya habis terbakar. Ia mengaku belum menerima bantuan makanan atau apapun dari Pemda Tanah Datar.
“Hingga kini belum ada bantuan yang kami terima dari Pemda atau sebagainya, kami berharap ada bantuan secepatnya yang diberikan, setidaknya untuk mengurangi beban kami saat ini saja, karena umumnya kami tinggal dikios tersebut,” ungkap Dedi.
Dedi mengaku, bahwa kerugiannya lebih kurang 30 hingga 40 juta, karena ia tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya. “Yang selamat Cuma kulkas, dan yang lainnya tidak bisa diselamatkan, habis terbakar,” jelas Dedi.
Dilain hal Ketua Bamus Nagari Koto Baru, Armizon, mengatakan bahwa bangunan dan instalasi listrik kios di Pasar Koto Baru sebenarnya sudah usia tua dan sangat perlu peremajaan.
Namun, Armizon mengatakan, masyarakat masih enggan untuk peremajaan bangunan tersebut, bukan dikarenakan tidak sanggup untuk membiayai pembangunan, tetapi karena belum ada kejelasan dari Pemda dan PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api).
“Seharusnya lokasi ini harus jelas, kalau memang ini dikontrakkan kemasyarakat, mereka pasti akan sanggup peremajaan, namun ini tidak jelas, status tanah masih menyewa ke PJKA. Seandainya masyarakat melakukan peremajaan bangunan, dan tiba-tiba kareta aktif, PJKA akan mengambil alih lahan, dan hancurkan bangunan tanpa ganti rugi,” pungkas Armizon. (Del)




