Notification

×

Iklan

Iklan

Ditengah Berjuang, Kafilah MTQN Agam Beri Pembinaan Bagi Masyarakat

18 November 2021 | 15:05 WIB Last Updated 2021-11-18T08:06:42Z


Padang Panjang – Kafilah Kabupaten Agam gelar berbagai kegiatan keagamaan bersama masyarakat sekitar pemondokan MTQN Sumbar, di Gunuang Kelurahan Sigando, Kota Padang Panjang.


Seorang official dari cabang khutbah Jum’at, Ustad Gafnel Dt Basa, Rabu (17/11) mengatakan, ada berbagai rangkaian kegiatan keagamaan yang dilakukan, sebagai oleh-oleh dalam bentuk pembekalan bagi masyarakat sekitar pemondokan kafilah.


“Kegiatan ini dilaksanakan selama kita berada di sini, yang tengah berjuang diajang MTQN Sumbar ke-XXXIX,” ujarnya.


Ia menjelaskan, kegiatan dilakukan seperti pembinaan bagi santri Thawalib Gunuang berupa pidato dan Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), cara mudah dan cepat menghafal Al-Qur’an, serta hafalan hadist.


“Pembinan ini dilakukan oleh official kafilah dari bidangnya masing-masing, seperti Ustad Akmal, Ustad M Nur, Ustad Khalid, serta Ustad Arif,” ujarnya.


Selain itu, kata Gafnel, juga digelar kegiatan Majelis Ta’lim setiap harinya sesudah shalat subuh dan maghrib, dengan penceramah Ustad Yasri Ilyas, Ustad Gafnel Dt Basa, Ustad Irsyad, Ustad Busyra Nazir, Ustadzah Juriah, dan Ustadzah Elismar.


Tema ceramah yang disampaikan sesuai dengan permintaan jamaah dan santri, diantaranya, pembinaan generasi islam, fiqh ibadah, akhlak, keluarga sakinah, dan bimbingan pra pernikahan.


“Ini oleh-oleh berupa pembinaan dari kafilah Agam terhadap masyarakat sekitar pemondokan, karena satu pekan bergaul dengan mereka, tentu harus ada hal yang bermanfaat kita tinggalkan terutama bagi generasi muda,” sebut Gafnel.


Sementara itu, Kakan Kemenag Agam, Marjanis mengapresiasi kafilah Agam yang berinisiatif melaksanakan kegiatan itu.


“Ini patut dicontoh, karena dimana bermukim kita memang harus berikan sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi lingkungan,” katanya.


Apalagi, katanya, generasi muda harus mendapatkan pembinaan lebih di bidang agama, dalam melahirkan masyarakat yang madani. (Rel/bd)