Pasbana - Emergency Medical Team (EMT) Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) melanjutkan pelayanan kesehatan memasuki hari ketiga sejak banjir dan longsor melanda Kabupaten Agam.
Fokus penanganan diarahkan ke wilayah Kecamatan Malalak Timur, khususnya Jorong/Desa Saskan yang telah diverifikasi oleh tim lapangan, serta Jorong Limo Badak yang tercatat sebagai bagian resmi administrasi kecamatan tersebut.
Kedua wilayah mengalami gangguan akses yang cukup berat karena jalan rusak, jembatan terputus, dan timbunan material longsor yang mengisolasi permukiman.
Kerusakan akses ini berdampak langsung pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Warga mengeluhkan tidak dapat turun ke kota untuk menjual hasil bumi yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama.
Kondisi ini diperparah oleh tidak mampunya masyarakat menjangkau fasilitas kesehatan di kota, sehingga pengobatan bagi pasien penyakit kronis dan pasien dengan kebutuhan obat rutin menjadi terhenti total.
Dalam pelayanan hari ini, EMT BSMI Sumbar menemukan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling terdampak. Anak-anak, termasuk yang memiliki disabilitas, banyak mengalami penyakit komunitas seperti faringitis, batuk pilek, dan diare.
Beberapa di antaranya menunjukkan tanda dehidrasi sedang hingga berat, terutama pada anak disabilitas yang kesulitan memperoleh asupan cairan memadai dalam situasi darurat. Lingkungan pengungsian yang padat serta keterbatasan air bersih turut memperburuk kondisi kesehatan mereka.
EMT juga menemukan sejumlah warga yang membutuhkan obat-obatan terapi rutin yang hilang atau tidak lagi tersedia sejak bencana terjadi. Obat-obatan ini merupakan jenis yang hanya dapat diberikan berdasarkan rekomendasi dokter spesialis, seperti insulin injeksi bagi pasien diabetes, carbamazepine bagi pasien epilepsi, haloperidol bagi pasien dengan gangguan psikiatri, dan bisoprolol bagi pasien penyakit jantung kronis.
Putusnya obat rutin ini menimbulkan dampak klinis yang serius. Di Jorong Limo Badak, tim menemukan seorang warga yang mengalami kondisi histeris akut akibat tidak lagi mendapatkan obat psikiatri yang sebelumnya dikonsumsi secara teratur.
EMT BSMI Sumbar telah melakukan koordinasi dengan HEOC Kabupaten Agam, puskesmas setempat, serta perangkat kecamatan untuk memastikan pemenuhan obat-obatan esensial dapat segera dikirimkan.
Tim juga memperluas penjangkauan kesehatan ke permukiman yang paling sulit diakses dan memastikan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan pasien penyakit kronis tetap mendapatkan perhatian medis.
BSMI menegaskan komitmennya untuk mendampingi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Agam hingga akses kesehatan, stabilitas psikososial, dan layanan dasar kembali pulih sepenuhnya.
“Selamatkan 1 Jiwa, Sambung 1000 Asa.”
(*)




