Notification

×

Iklan

Iklan

Apel Akbar Guru Muhammadiyah Lima Puluh Kota Sukses Digelar

18 Januari 2026 | 13:15 WIB Last Updated 2026-01-18T06:15:23Z


Lima Puluh Kota, pasbana— Apel Akbar Guru Muhammadiyah se-Kabupaten Lima Puluh Kota sukses digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Aula Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Kautsar Muhammadiyah. Kegiatan ini diikuti oleh 212 guru Muhammadiyah dari berbagai jenjang pendidikan dan dihadiri unsur Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang, serta Pimpinan Majelis Muhammadiyah setempat.

Apel akbar secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, S.H. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai pendidikan yang diwariskan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Menurutnya, tugas guru tidak berhenti pada proses transfer pengetahuan, tetapi juga memastikan ilmu tersebut dipahami secara utuh dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata. 



“Pendidikan harus dijalankan secara holistik dan integral, yang kini dikenal dengan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning,” ujarnya.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Ki Jal Atri Tanjung, dalam amanatnya menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan kualitas generasi bangsa.

Guru Muhammadiyah dituntut untuk menjadi sosok yang digugu dan ditiru, sekaligus terus meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

Sementara itu, Buya Desemberi Chaniago dalam pemaparannya menekankan urgensi pemahaman ideologi Muhammadiyah bagi seluruh guru. Ia menjelaskan bahwa sekolah Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat dakwah dan perkaderan.




Oleh karena itu, guru Muhammadiyah berperan sebagai pendidik, da’i, serta pencetak kader pemimpin umat dan bangsa. Ia juga menegaskan pentingnya penguasaan dokumen ideologis Muhammadiyah seperti Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, MKCHM, PHIWM, Khittah Muhammadiyah, serta Risalah Islam Berkemajuan sebagai pedoman hidup yang berlandaskan prinsip rahmatan lil ‘alamin.

Pemateri lainnya, Dr. Irwandi Nasir, dosen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, mengulas konsep kepemimpinan profetik dalam dunia pendidikan dengan meneladani Nabi Muhammad SAW. Ia memaparkan lima kompetensi guru yang disarikan dari QS. Al-Ahzab ayat 45–46, yakni menjadi saksi aktif terhadap perkembangan peserta didik (syahidan), pemberi motivasi (mubasysyiran), pengingat saat terjadi kelalaian (nadzira), pengajak ke jalan Allah (da’iyan), serta menjadi cahaya penerang (sirajan munira).

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari para peserta. Ustadzah Nina Sebalai, salah satu perwakilan guru, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya apel akbar tersebut. Menurut Kepala SD Muhammadiyah Jopang Manganti itu, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, berbagi pengalaman, serta bertukar gagasan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Mudir PPM Al Kautsar Muhammadiyah sekaligus Sekretaris Panitia, Dafri Harweli, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah menyukseskan acara. Ia juga mengusulkan pembentukan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai tindak lanjut kegiatan, guna memperkuat kolaborasi dan peningkatan kualitas guru secara berkelanjutan.




Apel Akbar Guru Muhammadiyah ditutup dengan pemberian penghargaan kepada sekolah, kepala sekolah, dan guru berprestasi. Untuk kategori sekolah berakreditasi A, penghargaan diberikan kepada MAS Al Kautsar Muhammadiyah, MTs PPM Al Kautsar, dan SD Muhammadiyah Full Day Jopang Manganti. Sementara kategori sekolah dengan peningkatan penerimaan peserta didik baru (PPDB) diraih oleh MIM Suliki, MTs PPM Al Kautsar, MTsM Kubang, SMP Muhammadiyah Full Day Sarilamak, dan MAS Al Kautsar Muhammadiyah.

Pada kategori kepala sekolah, Terbaik I diraih Ir. Nurmis Madiati, M.T., Terbaik II Dafri Harweli, dan Terbaik III Helnina Eka Susyenti. Adapun kategori guru diberikan dalam 11 nominasi, antara lain Guru Berprestasi, Guru Teladan, Guru Sejati, Guru Hebat, Guru Kreatif, Guru Produktif, Guru Inovatif, Guru Disiplin, Guru Teraktif, Guru Inspiratif, dan Guru Berkarakter Al-Islam.

Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah Kabupaten Lima Puluh Kota menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran guru sebagai ujung tombak pendidikan berkemajuan yang berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan.(SG) 

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update