Pasbana - Alih-alih berlomba mengejar angka fantastis, pemerintah kini memilih jalur yang lebih realistis dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Target yang semula dipatok mencapai 80.000 koperasi resmi dipangkas menjadi 40.000 unit.
Keputusan tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada Kamis (11/6). Langkah ini menandai perubahan strategi pemerintah: dari orientasi kuantitas menuju penguatan kualitas operasional dan keberlanjutan usaha koperasi.
Perubahan arah ini bukan tanpa alasan. Di lapangan, pembentukan kelembagaan koperasi ternyata berkembang jauh lebih cepat dibanding pembangunan fisik maupun kesiapan operasionalnya. Dari sekitar 83.000 titik koperasi yang telah terbentuk secara kelembagaan, baru 12.533 lokasi yang benar-benar selesai dibangun. Sementara itu, 22.737 lokasi masih berada dalam tahap konstruksi, dan sekitar 35.000 titik lainnya telah memiliki lahan yang terverifikasi.
Data tersebut menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan lagi membentuk koperasi baru, melainkan memastikan koperasi yang sudah ada mampu beroperasi secara produktif dan berkelanjutan. Dalam perspektif ekonomi, keberhasilan koperasi tidak diukur dari banyaknya bangunan yang berdiri, melainkan dari kemampuannya menciptakan aktivitas usaha, membuka akses permodalan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Pendekatan baru ini juga mencerminkan upaya pemerintah menghindari jebakan pembangunan berbasis angka semata. Sebab, pengalaman berbagai program ekonomi menunjukkan bahwa ekspansi yang terlalu cepat sering kali berujung pada rendahnya tingkat utilisasi dan tingginya biaya pemeliharaan di masa depan.
Dengan fokus pada penguatan operasional, pemerintah berharap koperasi-koperasi yang telah terbentuk dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang sehat dan mandiri. Jika berhasil, dampaknya tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga menciptakan fondasi baru bagi pemerataan pertumbuhan nasional.
Pada akhirnya, memangkas target bukan selalu berarti mengurangi ambisi. Dalam banyak kasus, langkah tersebut justru menjadi strategi untuk memastikan setiap investasi menghasilkan manfaat yang lebih nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. (*)




