Padang , pasbana— Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca di wilayah Sumatera Barat yang dinilai masih fluktuatif dan berisiko memicu bencana susulan.
Mahyeldi menyatakan, meskipun puncak musim hujan telah terlewati pada November–Desember, potensi curah hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa bulan ke depan. “Cuaca belum sepenuhnya stabil. Masyarakat harus tetap siaga, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) penanganan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar pascabencana di Auditorium Gubernuran. Berdasarkan kajian tim teknis, hujan lebat berpotensi memperparah kondisi sungai yang mengalami pendangkalan, kerusakan tanggul, serta menurunnya fungsi infrastruktur pengendali banjir.
Selain kesiapan teknis pemerintah daerah, Mahyeldi menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mitigasi bencana. Ia meminta warga rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta mengikuti arahan resmi pemerintah.
“Edukasi dan kewaspadaan bersama sangat menentukan keselamatan,” tegasnya.
Gubernur juga menginstruksikan agar alur informasi kebencanaan dari pemerintah provinsi hingga tingkat nagari dan kelurahan berjalan cepat dan akurat, guna mencegah kepanikan sekaligus memastikan kesiapsiagaan warga.
Gubernur juga menginstruksikan agar alur informasi kebencanaan dari pemerintah provinsi hingga tingkat nagari dan kelurahan berjalan cepat dan akurat, guna mencegah kepanikan sekaligus memastikan kesiapsiagaan warga.
FGD tersebut melibatkan Forkopimda Sumbar, pemerintah kabupaten/kota, serta perwakilan instansi strategis seperti Bappenas, balai teknis Kementerian Pekerjaan Umum, dan lembaga pendukung infrastruktur lainnya, sebagai bagian dari upaya terpadu menekan risiko dan dampak bencana di Sumbar.(*)




