Notification

×

Iklan

Iklan

Kuflet Siap Luncurkan Antologi Puisi Bencana Jilid 2 “Air Mata Sumatera”

18 Januari 2026 | 20:04 WIB Last Updated 2026-01-18T15:58:26Z


Padang Panjang, pasbana— Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang memastikan kesiapan peluncuran Buku Antologi Puisi Bencana Jilid 2 bertajuk “Air Mata Sumatera”, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026, di Ruang Audio Visual Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya literasi sekaligus gerakan kemanusiaan untuk menyuarakan empati terhadap korban bencana di Sumatera.

Kepastian tersebut disampaikan usai rapat final panitia yang digelar pada Minggu (18/1/2026). Ketua Harian Komunitas Seni Kuflet, Nofal, mengatakan rapat berlangsung serius namun penuh antusiasme, menandai kesiapan seluruh panitia dalam menyukseskan agenda peluncuran buku tersebut.




“Persiapan sudah memasuki tahap akhir. Seluruh panitia menunjukkan komitmen yang kuat agar peluncuran antologi ini berjalan lancar dan bermakna,” ujar Nofal.

Ketua Panitia, Ichsan Saputra, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa rapat terakhir difokuskan pada pemantapan teknis pelaksanaan acara. Mulai dari penyusunan susunan acara, pembagian tugas panitia, kesiapan lokasi, hingga koordinasi dengan para penyair dan tamu undangan.

“Setiap divisi telah melaporkan perkembangan terakhir. Kami memastikan tidak ada kendala menjelang hari peluncuran. Kunci keberhasilan acara ini adalah kerja sama dan komunikasi yang solid,” kata Ichsan. Ia juga mengapresiasi dedikasi seluruh panitia yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga persiapan akhir.




Sementara itu, Sekretaris Panitia Teuku Al Varuq mengungkapkan bahwa Air Mata Sumatera merupakan karya kolaboratif para penyair dari berbagai daerah yang merefleksikan pengalaman, duka, harapan, serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
“Antologi ini tidak hanya menyajikan karya sastra, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan dan kepedulian sosial. Kami berharap buku ini mampu menyentuh hati pembaca dan menguatkan solidaritas terhadap sesama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Varuq menjelaskan bahwa dalam rangkaian peluncuran buku juga akan digelar lelang buku dan karya seni hasil kreativitas para pegiat Komunitas Seni Kuflet. Seluruh hasil lelang tersebut akan didonasikan untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. 

“Ini adalah bentuk nyata kontribusi seniman dan sastrawan dalam aksi kemanusiaan. Seni tidak hanya berbicara soal estetika, tetapi juga kepedulian,” tambahnya.




Salah seorang kurator buku Air Mata Sumatera, Muhammad Subhan, S.Sos.I., menilai peluncuran antologi puisi bencana ini menjadi ruang apresiasi penting bagi karya sastra yang lahir dari realitas kemanusiaan. Founder Sekolah Menulis elipsis tersebut menegaskan bahwa sastra memiliki peran strategis dalam merekam jejak emosional masyarakat saat menghadapi tragedi. 

“Puisi-puisi dalam antologi ini lahir dari pengalaman nyata, dari luka dan air mata, tetapi juga dari harapan. Ini adalah suara kemanusiaan yang perlu terus dirawat dan disebarluaskan,” tutur Subhan.

Peluncuran Antologi Puisi Bencana Jilid 2 “Air Mata Sumatera” diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah sastra Indonesia, tetapi juga menjadi medium refleksi kolektif serta penguat solidaritas sosial di tengah masyarakat yang kerap diuji oleh bencana alam. Dengan pendekatan literasi dan seni, Komunitas Seni Kuflet berupaya menghadirkan pesan empati yang relevan dan berdampak luas.(*/ghufron) 

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update