Notification

×

Iklan

Iklan

Misteri Sinkhole Situjuah Batua Terjawab, Badan Geologi Rekomendasikan Jadi Penampungan Air

07 Januari 2026 | 10:19 WIB Last Updated 2026-01-07T03:19:00Z


​Limapuluh Kota, pasbana – Teka-teki mengenai munculnya lubang runtuh atau sinkhole di area persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, akhirnya terungkap. Setelah sempat menimbulkan spekulasi karena airnya yang tampak berwarna biru namun jernih saat diminum, Badan Geologi Kementerian ESDM resmi merilis hasil kajian teknisnya pada Selasa (6/1/2026).

​Berdasarkan analisis Badan Geologi, fenomena di kawasan pertanian Pombatan ini bukan disebabkan oleh runtuhan batugamping seperti pada umumnya, melainkan akibat proses erosi buluh (piping erosion).

​Erosi buluh adalah pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan yang membentuk saluran pipa. Proses ini terjadi secara perlahan pada batuan berbutir halus (lapukan batuan tuff) dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi serta sistem irigasi lahan pertanian yang kurang baik. Air yang masuk melalui rekahan tanah menciptakan rongga di bawah permukaan yang akhirnya meruntuhkan tanah di atasnya.

​Menariknya, karena lubang tersebut terus mengeluarkan air yang jernih dan bening, Badan Geologi memberikan rekomendasi yang solutif bagi warga setempat. Ada tiga poin utama yang disampaikan pertama lubang yang terbentuk pada sinkhole dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan air. Namun, otoritas terkait menekankan pentingnya pembuatan pagar pengaman di sekitar lubang untuk menjamin keselamatan warga.

​Mengingat peristiwa ini berpotensi terjadi di lokasi lain di sekitar lahan pertanian, masyarakat diminta segera melapor jika melihat adanya retakan atau rekahan baru yang membesar. Selanjutnya Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh spekulasi liar, termasuk jika mendengar suara gemuruh dari permukaan tanah.

​Kepastian mengenai penyebab sinkhole ini didapat setelah Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota bergerak cepat. Sekda Herman Azmar selaku Kepala Ex Officio BPBD Limapuluh Kota, telah bersurat secara resmi kepada Badan Geologi pada Senin (5/6/2026) untuk meminta kajian teknis.

​Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, menyambut baik keluarnya hasil kajian ini. "Dengan kajian dari ahli, pemda bisa memberi solusi dan ambil langkah antisipatif. Supaya warga tak cemas dan tak muncul spekulasi liar," ujarnya saat meninjau lokasi bersama Kabid Geologi Dinas ESDM Sumbar, Inzuddin.

​Fenomena air yang sempat dianggap "misterius" karena tampak biru secara visual juga telah diklarifikasi oleh Inzuddin. Menurutnya, warna biru tersebut hanyalah pengaruh pantulan cahaya, sementara air aslinya sangat jernih dan layak secara fisik, bahkan sempat dicicipi langsung oleh warga yang datang ke lokasi. (BD)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update