Limapuluh Kota, pasbana – Sektor pertanian di Kabupaten Limapuluh Kota kini punya alasan kuat untuk lebih optimis. Di bawah langit Limapuluh Kota, peluh para petani kini mulai bertransformasi menjadi harapan akan produktivitas tinggi. Hal ini menyusul datangnya "suntikan amunisi" besar untuk memperkuat kedaulatan pangan daerah.
Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi atas komitmen nyata anggota Komisi IV DPR RI, Cindy Monica Salsabila Setiawan. Sosok yang dijuluki sebagai "Srikandi Parlemen" ini dinilai sukses membawa perubahan lewat bantuan strategis berskala besar bagi para petani setempat.
Kehadiran Cindy Monica dianggap sebagai angin segar hingga sebuah bukti autentik bahwa suara petani di pelosok Limapuluh Kota tidak hanya menggema di ladang, tetapi didengar dan diperjuangkan dengan gigih di tingkat pusat.
Bupati Safni menegaskan bahwa hadirnya bantuan ini adalah buah manis dari kolaborasi lintas level pemerintahan yang harmonis.
“Bantuan ini adalah bukti bahwa aspirasi petani Limapuluh Kota benar-benar diperjuangkan di tingkat nasional. Ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kolaborasi konkret antara wakil rakyat di pusat, pemerintah daerah, dan petani di lapangan,” tegas Bupati dengan penuh optimisme.
Tak tanggung-tanggung, "sentuhan" bantuan yang dibawa oleh Cindy Monica mencakup kebutuhan menyeluruh dari hulu hingga hilir. Paket bantuan tersebut meliputi 75 ton benih padi unggul, unit Combine Harvester (mesin panen modern), traktor roda empat untuk efisiensi olah tanah dan bantuan ternak ayam petelur bagi ratusan kelompok tani.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Limapuluh Kota, Witra Porsepwandi, menyatakan kesiapannya untuk mengawal ketat "amunisi" ini agar memberikan dampak maksimal.
"Sinergi yang kian solid antara Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, DPR RI, dan Kementerian Pertanian membuat optimisme kami membumbung tinggi. Limapuluh Kota siap bertransformasi menjadi pilar utama kedaulatan pangan nasional," ujar Witra kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Cindy Monica Salsabila Setiawan menyampaikan bahwa setiap bantuan yang turun telah melalui proses kurasi agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Ia berharap, teknologi yang diberikan mampu meringankan beban kerja petani sekaligus melipatgandakan hasil panen.
“Harapan saya, produktivitas meningkat dan kerja petani kita menjadi lebih efisien berkat teknologi. Kami ingin memastikan ketahanan pangan daerah semakin kokoh,” tutur Cindy Monica. (BD)




