Agam, pasbana— Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melaporkan penemuan jamur langka tudung pengantin (Phallus indusiatus) di kawasan Cagar Alam Maninjau, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Februari 2026. Temuan ini memperkaya catatan keanekaragaman hayati di kawasan konservasi tersebut.
Jamur ini mudah dikenali dari struktur tubuhnya yang unik: tudung berenda halus menyerupai kerudung pengantin yang menjuntai hingga ke bawah. Namun di balik tampilannya yang indah, jamur tersebut mengeluarkan aroma menyengat seperti bangkai.
Bau itu berfungsi menarik serangga, terutama lalat, untuk membantu penyebaran spora—mekanisme reproduksi alami yang umum pada kelompok jamur stinkhorn.
Menurut petugas BKSDA, jamur ini umumnya tumbuh di lantai hutan yang lembap, terutama pada tanah kaya bahan organik atau di sekitar serasah bambu. Kondisi ekosistem Cagar Alam Maninjau yang relatif terjaga dinilai mendukung pertumbuhan spesies tersebut.
Secara global, Phallus indusiatus dikenal luas di wilayah tropis Asia. Di Tiongkok, jamur ini dikeringkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pangan serta pengobatan tradisional karena kandungan asam amino esensial dan antioksidannya, sebagaimana dicatat dalam sejumlah publikasi mikologi dan pangan fungsional.
Sebelumnya, kawasan yang sama juga menjadi lokasi temuan jamur unik lain, seperti jamur bintang. BKSDA menilai temuan ini menegaskan pentingnya perlindungan kawasan konservasi sebagai habitat berbagai spesies yang memiliki nilai ekologis maupun potensi manfaat bagi manusia. Makin tahu Indonesia.(*)






