Sijunjung, pasbana— Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat menegaskan percepatan program prioritas dan penguatan kepemimpinan dalam Musyawarah Pimpinan (Muspim) II yang digelar di Kabupaten Sijunjung, 7–8 Maret 2026.
Forum ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penajaman arah organisasi menjelang dua tahun akhir masa kepemimpinan periode berjalan.
Muspim yang dipimpin Marhadi Efendi, M.Si ini dihadiri pimpinan daerah Muhammadiyah se-Sumbar.
Muspim yang dipimpin Marhadi Efendi, M.Si ini dihadiri pimpinan daerah Muhammadiyah se-Sumbar.
Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah turut hadir mewakili pemerintah daerah. Dalam forum tersebut ditegaskan, Muspim sebagai forum tertinggi setelah Musyawarah Wilayah (Musywil) berfungsi menetapkan kebijakan strategis dan memastikan program Persyarikatan berjalan efektif.
Sejumlah tantangan internal mengemuka, mulai dari efektivitas kepemimpinan, komunikasi antar-pimpinan yang belum optimal, hingga masih adanya sekat struktural. Karena itu, PWM menekankan pentingnya kolaborasi lintas majelis dan lembaga untuk mempercepat capaian program 2026.
Secara kelembagaan, Muhammadiyah Sumbar menunjukkan pertumbuhan signifikan. Data PWM mencatat 165 cabang dan 833 ranting tersebar di sekitar 1.200 nagari, kelurahan, dan desa. Di Dharmasraya, jumlah cabang bertambah dari empat menjadi tujuh, termasuk ekspansi ke Timpeh dan Koto Salak. “Penguatan struktur hingga tingkat ranting menjadi fondasi gerakan dakwah dan pelayanan sosial,” ujar salah seorang pimpinan PWM dalam forum tersebut.
Di bidang aset, PWM membahas pemanfaatan lahan eks PT Sumatex Subur di Rimbo Data, Padang, seluas sekitar 18 hektare untuk pembangunan gedung representatif. Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyalurkan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi senilai Rp3,5 miliar bagi satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat. Pengelolaan sertifikat wakaf disebut telah tertata melalui Majelis Wakaf PWM.
Program strategis lain mencakup nota kesepahaman dengan BPJS Kesehatan dengan skema iuran Rp16 ribu per bulan, serta peluang keterlibatan dalam program nasional Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan dapur komunitas. Gerakan Satu Miliar untuk pembangunan Sekolah Dasar di Mentawai juga dicanangkan dengan penggalangan dana selama Ramadan.
Di sektor pendidikan tinggi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) melaporkan sekitar 3.200 mahasiswa aktif dan lebih dari 500 mahasiswa pascasarjana. PWM mendorong seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) mengintensifkan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru. Di Padang Panjang, relokasi FKIP dilakukan untuk menghindari benturan aktivitas dengan santri Kauman yang kini berjumlah sekitar 800 orang.
Penguatan ideologi turut menjadi prioritas melalui pengajian pimpinan minimal dua kali sebulan dan pendalaman Risalah Islam Berkemajuan dengan pendekatan bayani, burhani, dan irfani. Lembaga Dakwah Komunitas yang dipimpin Prof. Eka Putra Wirman juga memperluas jangkauan dakwah di masyarakat.
Menutup Muspim, PWM Sumbar menegaskan komitmen mempercepat program prioritas dan memperkuat kepemimpinan organisasi, sembari menyuarakan harapan agar Muktamar Muhammadiyah 2032 dapat digelar di Sumatera Barat. (Abril)






