Notification

×

Iklan

Iklan

Rp83 Miliar untuk Teluk Tapang, Tiga Jembatan Baru Perkuat Akses Ekonomi Pasaman Barat

13 Februari 2026 | 18:23 WIB Last Updated 2026-02-13T11:23:10Z


Pasaman Barat, pasbana — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperoleh alokasi anggaran Rp83 miliar dari Kementerian Perhubungan pada 2026 untuk mendukung pengembangan kawasan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat. Dukungan ini memperkuat posisi Teluk Tapang sebagai salah satu simpul logistik strategis di pantai barat Sumatera.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengatakan, anggaran tersebut difokuskan pada peningkatan fasilitas pelabuhan dan penguatan kawasan penunjang. “Selain dukungan dana pusat, proses penurunan status kawasan hutan juga sedang berjalan agar sekitar 168 hektare lahan dapat dimanfaatkan optimal untuk pengembangan pelabuhan dan kawasan industri,” ujarnya saat meninjau lokasi, Jumat (13/2/2026).

Menurut Mahyeldi, minat investor mulai terlihat meski pembangunan belum sepenuhnya rampung. Sejumlah investor, kata dia, telah meminta penyediaan lahan hingga 100 hektare untuk pengembangan industri hilirisasi sawit. 

Pasaman Barat dikenal sebagai salah satu sentra sawit utama di Sumbar, sehingga potensi pengolahan turunan seperti biodiesel hingga avtur dinilai menjanjikan dan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.



Di sisi infrastruktur, Pemprov Sumbar juga meresmikan tiga jembatan strategis—Patibubur, Pigogah, dan Sungai Tarok—yang menjadi akses utama menuju Teluk Tapang. Ketiga jembatan tersebut dibangun melalui APBD 2025 dengan total anggaran Rp27,76 miliar.

Sebelumnya, pemerintah pusat telah menggelontorkan Rp216 miliar sepanjang 2022–2024 untuk pembangunan jalan ruas Bunga Tanjung–Teluk Tapang. Pada 2026, Dinas BMCKTR Sumbar kembali mengalokasikan Rp3,5 miliar untuk penyempurnaan Jembatan Pigogah.




Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menyatakan infrastruktur tersebut akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. “Konektivitas yang semakin baik akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Penguatan pelabuhan dan konektivitas darat ini diharapkan mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta mempercepat transformasi ekonomi Pasaman Barat dan Sumatera Barat secara berkelanjutan.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update