Oleh: Dr. Sulaiman Juned, M.Sn. (*)
Pasbana - Awal Puasa Ramadan 1447 H/ 2026 M ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia secara resmi melalui sidang isbat pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Maka, saya beserta keluarga juga mulai melaksanakan ibadah Tarawih ini malam, dan hari Kamis menjalankan ibadah puasa. Jadi, hari ini Rabu, 18 Februari 2026 kami sekeluarga masih melaksanakan tradisi Makmeugang atawa Meugang.
Sebagai etnis Aceh dalam menyambut Ramadan memiliki tradisi secara turun temurun yakni "Tradisi Makmeugang atau Meugang" bagi masyarakat Aceh telah menjadi budaya. Meugang tetap dilaksanakan bagi masyarakat Aceh walaupun tidak menetap di negerinya.
Makmeugang atau Meugang diawali pada masa kerajaan Aceh dengan memotong hewan dalam jumlah yang banyak lalu dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai rasa syukur dan ungkapan terima kasih atas kemakmuran negeri Aceh dalam menyambut hari-hari besar (Suci) ummat Islam.
"Tradisi Meugang sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun yang lalu. Tradisi ini dimulai sejak masa kerajaan Aceh Sultan Iskandar Muda (1607-1636 Masehi). Masa itu Sultan Iskandar Muda memotong hewan yang banyak dan membagikannya kepada masyarakat" (WikipediA, id.m.wikipedia.org, Rabu 26 Februari 2025, Pukul 20:12 WIB)
Makmeugang atau Meugang merupakan tradisi yang diawali dengan pemotongan sapi, kerbau, kambing, dan ayam, serta itik (bebek). Kebiasaan ini dilakukan ketika menyambut bulan Ramadan (dua hari sebelum ramadan), atau menyambut hari raya Idul Fitri, juga hari raya Idul Adha. Kegiatan Makmeugang memiliki nilai relegius dengan bersedekah atau saling berbagi sesama masyarakat yang memiliki kemampuan lebih kepada masyarakat kurang mampu.
Hal ini sekaligus untuk memupuk nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. "Makmeugang atau Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga dan yatim piatu oleh masyarakat Aceh" (WikipediA, id.m.wikipedia.org, Rabu 26 Februari 2025 pukul 20:12 WIB)
Atas dasar itulah, keluarga saya di Padang Panjang, Sumatera Barat dua hari atau satu hari sebelum melaksanakan ibadah puasa selalu melaksanakan hari Meugang untuk menjaga tradisi endatu. Kami memang tidak memotong hewan, namun kami membeli daging di pasar.
Lalu istri saya memasak "sie mirah" (daging mirah), "sie puteh" (daging putih atau masak daging kurma namanya kalau di Minang), memasak Sop, memasak rendang ayam kampung. Juga memasak Soto kesukaan saya.
Kami sekeluarga walau berada di rantau tetap saja menikmatinya hari Makmeugang pertama atau kedua nanti dengan sederhana untuk tetap menjaga tradisi religius, kebersaman, dan gotong royong tersebut yang telah diwariskan leluhur. "Selamat menyambut Ramadan" Mohon maaf lahir batin. (*)
*) Penulis adalah Sastrawan, esais, kolomnis, Sutradara Teater, Dosen Jurusan Teater ISI Padangpanjang, Pendiri/Penasihat Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, Ketua Panitia Pendirian ISBI Aceh (2012/2015), Penerima Penghargaan Pin Emas bidang Seni Budaya dan adat Istiadat dari Pemda Kota Padang Panjang (2020), Ketua Umum Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Sumatera Barat.




