Padang Panjang, pasbana– Akademisi, sastrawan, esais, kolumnis, sutradara teater, sekaligus dosen Jurusan Seni Teater dan Program Pascasarjana (S2) ISI Padangpanjang, Dr. Sulaiman Juned, M.Sn., menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan penyair Indonesia Taufiq Ismail sebagai calon penerima Hadiah Nobel Sastra.
Menurut pendiri Komunitas Seni Kuflet Kota Padang Panjang itu, Taufiq Ismail merupakan sosok yang sangat layak mewakili Indonesia dalam ajang penghargaan sastra paling bergengsi di dunia tersebut. Ia berharap proses pengusulan itu dapat membuahkan hasil yang membanggakan bagi Indonesia.
"Saya sangat mendukung pengusulan Taufiq Ismail sebagai calon penerima Hadiah Nobel Sastra. Semoga cita-cita besar ini dapat terwujud," ujar Ketua Panitia Pendirian Kampus ISBI Aceh tersebut kepada Pasbana.com, Sabtu (5/7/2026).
Sulaiman Juned menilai rekam jejak kepenyairan Taufiq Ismail telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan sastra Indonesia. Selain dikenal sebagai penyair, Taufiq juga aktif menulis esai dan naskah drama serta terlibat dalam berbagai pertunjukan teater.
Sejak 1974, Taufiq Ismail juga menjalin kolaborasi kreatif dengan sejumlah musisi ternama Indonesia, di antaranya Bimbo, Chrisye, Ian Antono, dan Ucok Harahap. Kolaborasi tersebut dinilai semakin memperluas jangkauan karya-karya puisinya kepada masyarakat.
Tak hanya berkarya, Taufiq Ismail juga mendirikan Rumah Puisi Taufiq Ismail, yang menjadi Museum Sastra Indonesia sekaligus ruang pertemuan bagi sastrawan lokal, nasional, regional, hingga internasional.
"Keberadaan Rumah Puisi telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi perkembangan dunia sastra Indonesia," tutur Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Sumatera Barat itu.
Lebih lanjut, Sulaiman mengatakan bahwa Taufiq Ismail merupakan penyair yang telah melewati berbagai periode pemerintahan di Indonesia. Melalui puisi-puisinya, ia secara konsisten menyuarakan kritik sosial, kemanusiaan, dan kecintaannya terhadap bangsa serta tanah air.
"Atas dasar itulah Taufiq Ismail menjadi salah satu penyair Indonesia yang memiliki peran penting dalam dinamika perjalanan sejarah bangsa melalui karya sastra. Berbagai karya monumentalnya sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Hal itu dapat dilihat, antara lain, dalam kumpulan puisi Benteng dan Tirani," ujar sutradara teater yang baru saja mementaskan biografi Bung Hatta bersama Komunitas Seni Kuflet tersebut.
Sulaiman Juned menegaskan bahwa langkah Himpunan Kesusastraan Indonesia (HISKI) mengusulkan Taufiq Ismail sebagai calon penerima Hadiah Nobel Sastra merupakan keputusan yang tepat dan sangat layak.
Menurutnya, Taufiq Ismail telah berhasil membangun fondasi yang kuat dan fundamental bagi perkembangan kehidupan sastra Indonesia, bahkan memberikan pengaruh yang luas di tingkat Asia.
"Semoga pengusulan ini dapat membuahkan hasil. Kita semua tentu merindukan lahirnya sastrawan Indonesia yang berhasil meraih Hadiah Nobel Sastra. Saya yakin Taufiq Ismail merupakan salah satu figur yang paling pantas untuk memperoleh penghargaan tersebut," pungkasnya. (*)







