Tanah Datar, pasbana - SMPN 3 X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, terus mempertegas komitmennya dalam membangun budaya riset di kalangan pelajar. Sekolah ini mengikutsertakan siswanya dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 sekaligus menggandeng akademisi dari dua perguruan tinggi negeri untuk memperkuat kualitas penelitian.
Pembinaan dan pendampingan dilaksanakan secara daring pada Minggu, 23 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh TIM 1 OPSI SMPN 3 X Koto yang terdiri dari Yesdi Ogi dan Salman Yusra.
Dalam sesi tersebut, tim mendapat arahan langsung dari Universitas Negeri Padang melalui Bapak Sandi Frasisco Pratama, M.Si dari Departemen Biologi, serta dari Universitas Negeri Malang yang diwakili Dr. (Cand.) Refsya Aulia Fikri, M.Pd.
Penelitian yang dikembangkan tim mengangkat topik konservasi satwa endemik langka Sumatera, yakni Nesolagus netscheri atau yang dikenal sebagai kelinci belang Sumatera. Spesies ini merupakan mamalia endemik Pulau Sumatera yang keberadaannya semakin terancam akibat degradasi habitat dan aktivitas manusia.
Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), kelinci belang Sumatera masuk dalam kategori Endangered (terancam punah). Populasinya diperkirakan terus menurun seiring dengan berkurangnya kawasan hutan primer sebagai habitat alaminya.
Satwa ini umumnya ditemukan di wilayah pegunungan Bukit Barisan, termasuk kawasan hutan di Sumatera Barat.
Dalam pembinaan tersebut, diskusi difokuskan pada penguatan latar belakang masalah, penajaman rumusan judul, penyempurnaan metodologi penelitian, serta perumusan urgensi konservasi berbasis edukasi.
Dalam pembinaan tersebut, diskusi difokuskan pada penguatan latar belakang masalah, penajaman rumusan judul, penyempurnaan metodologi penelitian, serta perumusan urgensi konservasi berbasis edukasi.
Para akademisi menekankan pentingnya pendekatan ilmiah yang sistematis dan berbasis data agar penelitian memiliki kontribusi nyata, baik secara akademik maupun sosial.
“Penelitian siswa perlu diarahkan tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga memiliki dampak edukatif yang jelas bagi masyarakat,” ujar salah satu narasumber dalam sesi pendampingan tersebut.
Sebagai bentuk inovasi, tim merencanakan luaran penelitian berupa buku edukasi konservasi berbasis satwa endemik Sumatera. Buku ini dirancang sebagai media pembelajaran kontekstual yang dapat digunakan siswa untuk memahami pentingnya pelestarian lingkungan secara lebih dekat dan relevan dengan kondisi daerah.
Nagari Singgalang yang berada di sekitar lingkungan sekolah menjadi salah satu fokus penguatan literasi konservasi. Wilayah ini memiliki lanskap alam yang berdekatan dengan kawasan hutan dan pegunungan, sehingga edukasi tentang satwa endemik dinilai strategis untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian ekosistem.
Kolaborasi antara SMPN 3 X Koto dan perguruan tinggi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu penelitian siswa. Pendampingan langsung dari akademisi memungkinkan siswa memperoleh wawasan metodologis yang lebih kuat, sekaligus membangun jejaring akademik sejak dini.
Kepala sekolah SMPN 3 X Koto menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada satu momentum kompetisi, melainkan berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan dalam pembinaan riset siswa.
Dengan pendampingan intensif dan penguatan substansi ilmiah, TIM 1 OPSI SMPN 3 X Koto ditargetkan mampu menghasilkan karya tulis ilmiah yang tidak hanya kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga memberi kontribusi nyata dalam upaya konservasi satwa endemik Sumatera.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa riset bukan lagi domain eksklusif perguruan tinggi, melainkan dapat ditumbuhkan sejak bangku sekolah menengah sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan.(joni satria)





