PADANG, pasbana– Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa libur Lebaran 2026 yang berlangsung cukup panjang. Langkah ini diambil menyusul kondisi cuaca yang fluktuatif di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Padang, Hendri Zulviton, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui data resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pusat pengendalian operasi dan disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk peringatan dini.
“Setiap perkembangan prakiraan cuaca dari BMKG kami pantau secara berkala. Informasi itu kemudian kami teruskan ke Pusdalops dan disebarkan kepada masyarakat agar bisa meningkatkan kewaspadaan,” ujar Hendri, Sabtu (14/3/2026).
Selain pemantauan cuaca, BPBD juga mengerahkan tim reaksi cepat untuk melakukan pengawasan di sejumlah titik yang berpotensi terdampak bencana, termasuk kawasan wisata yang diperkirakan ramai selama libur Lebaran, terutama di sepanjang pesisir pantai Kota Padang.
Sebanyak 30 personel yang terdiri dari tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) disiagakan di posko selama 24 jam dengan sistem piket bergiliran. Operasi kesiapsiagaan ini juga didukung oleh relawan Kelompok Siaga Bencana yang tersebar di tingkat kecamatan dan kelurahan.
BPBD Padang mengimbau masyarakat dan para perantau yang pulang kampung untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Jika terjadi kondisi darurat, warga diminta segera melaporkan melalui layanan panggilan darurat 112 agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.(*)




