Notification

×

Iklan

Iklan

Buayan Kaliang: Putaran Tradisi yang Tak Pernah Usang di Ranah Minang

24 Maret 2026 | 19:04 WIB Last Updated 2026-03-24T12:04:13Z


Pasbana - Di tengah gemerlap wahana modern yang serba elektrik, masyarakat Minangkabau masih setia pada satu hiburan sederhana yang sarat makna: Buayan Kaliang. 

Sekilas, bentuknya mengingatkan pada bianglala atau komidi putar. Namun, jangan bayangkan mesin canggih atau lampu warna-warni—wahana ini sepenuhnya digerakkan oleh tenaga manusia.

Setiap kali Idul Fitri tiba, Buayan Kaliang seolah “hidup kembali”. Ia hadir di pasar malam, lapangan terbuka, hingga kawasan wisata, menjadi magnet bagi anak-anak hingga orang dewasa yang ingin merasakan sensasi berbeda: perpaduan antara nostalgia dan adrenalin.

Tidak seperti wahana modern, Buayan Kaliang terbuat dari kayu dengan struktur sederhana. Beberapa orang akan bergelantungan atau mendorong rangkanya agar berputar. Dari sinilah keseruan dimulai—putaran yang kadang tak beraturan justru menjadi daya tarik utama. Teriakan riang bercampur tawa menjadi musik alami yang mengiringi setiap putaran.

Di berbagai daerah seperti Pantai Gandoriah, kawasan Bungus di Kota Padang, hingga wilayah Pesisir Selatan dan Pasaman, Buayan Kaliang tetap menjadi hiburan favorit saat musim liburan. Kehadirannya bukan sekadar permainan, melainkan bagian dari denyut budaya yang terus bertahan di tengah perubahan zaman.

Menurut pengamat budaya lokal, keberadaan Buayan Kaliang mencerminkan nilai gotong royong yang kuat dalam masyarakat Minangkabau. Wahana ini tidak bisa berjalan tanpa kerja sama—baik dari penggerak maupun penikmatnya. Hal ini menjadi simbol sederhana bagaimana kebersamaan menjadi inti dari tradisi.

Meski demikian, isu keamanan kerap menjadi perhatian. Tanpa standar keselamatan modern, risiko tetap ada. Namun, bagi sebagian masyarakat, sensasi “alami” inilah yang justru menjadi daya tarik tersendiri. Tentu, beberapa daerah mulai melakukan penyesuaian, seperti memperkuat struktur kayu atau membatasi jumlah penumpang.

Lebih dari sekadar hiburan, Buayan Kaliang adalah pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal yang rumit. Ia adalah potret masa lalu yang terus berputar, mengajak setiap generasi untuk kembali merasakan sederhana namun bermakna.

Di tengah arus modernisasi, Buayan Kaliang membuktikan satu hal: tradisi yang kuat tidak akan mudah tergilas zaman—ia hanya akan beradaptasi, lalu terus berputar, seperti dirinya sendiri. Makin tahu Indonesia. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update