Notification

×

Iklan

Iklan

Dialog Orang Muda Lintas Iman Kota Padang: Upaya Pelita Padang Runtuhkan Stigma dan Pererat Persaudaraan

18 Maret 2026 | 19:37 WIB Last Updated 2026-03-18T12:58:28Z


PADANG, pasbana – Di tengah keberagaman yang menjadi napas Kota Padang, Pelita Padang sukses menggelar agenda "Dialog Orang Muda Lintas Iman Kota Padang" pada 14–15 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi ruang perjumpaan bagi 25 orang muda dari berbagai latar belakang agama dan budaya—termasuk Muslim, Buddha, Kristen, dan Katolik—untuk meluruhkan prasangka dan memperkuat nilai kemanusiaan.

Acara yang berkolaborasi dengan The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia sebagai bagian dari kampanye Youth Peace and Security (orang muda, perdamaian dan keamanan). Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai ruang diskusi teoretis, tetapi juga sebagai wadah refleksi mendalam atas kondisi sosial yang dialami oleh generasi muda di Sumatera Barat.

Ketua Pelita Padang, Anjali Sabna, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran strategis orang muda dalam menjaga inklusifitas. “Sasaran kita memang orang muda karena kami percaya mereka memiliki energi, kreativitas, dan relasi yang strategis untuk mewujudkan nilai-nilai inklusif di wilayah masing-masing, khususnya di Kota Padang,” ujar Anjali.

Anjali juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi pembuktian bahwa kepedulian terhadap isu keberagaman masih tumbuh subur di kalangan generasi muda. Dari total peserta, 20 orang berasal dari jaringan komunitas Pelita Padang, sementara 10 orang lainnya dipilih melalui proses seleksi terbuka. Keberagaman peserta sangat kontras, mulai dari mereka yang baru pertama kali bersentuhan dengan isu toleransi hingga penggerak yang sudah lama terlibat.

“Dialog ini bukan sekadar diskusi, tapi ruang untuk saling mengenal dan merefleksikan prasangka atau stigma yang mungkin selama ini kita bawa terhadap kelompok tertentu. Di sini, kita mengurai hal tersebut demi menjaga keseimbangan kehidupan beragama,” tegas Anjali di hadapan para peserta.

Kunjungan Rumah Ibadah: Ruang Perjumpaan Nyata


Memasuki hari kedua, suasana semakin hangat dengan agenda kunjungan ke berbagai rumah ibadah di Kota Padang. Para peserta mengunjungi Pura Jagatnatha, Gereja Katolik Paroki Santa Maria Bunda Yesus Tirtonadi, Klenteng See Hien Kiong, dan di akhir dengan kunjungan ke Masjid Mubarak Sawahan.




Meskipun kegiatan berlangsung di tengah bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Di setiap rumah ibadah, peserta berkesempatan berdialog langsung dengan pemuka agama atau pemandu setempat.

Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan dengan kritis tetapi tetap santun—mulai dari tata cara peribadatan hingga filosofi bangunan. Interaksi langsung ini menjadi kunci utama dalam meluruskan berbagai misinformasi dan stigma yang selama ini hanya didengar melalui desas-desus atau media sosial. Situasi ini menciptakan ruang jumpa lintas iman untuk menumbuhkan empati antar sesama warga kota.

Refleksi dan Harapan Masa Depan


Dialog ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Diah, salah satu peserta, mengungkapkan harapannya agar ruang-ruang seperti ini terus ada. “Walau berbeda, kita tetap satu. Saya berharap setelah ini ada sesi berbagi yang lebih intens karena ruang ini sangat berharga untuk kita yang awalnya masih malu-malu. Semoga ke depannya kita bisa bertemu kembali dalam agenda-agenda produktif lainnya,” ungkapnya.

Senada dengan Diah, Fauzan menekankan pentingnya persaudaraan universal. “Jika kita tidak bersahabat karena agama, maka kita bersahabat karena kemanusiaan. Semoga setelah ini kita bisa terus berkegiatan bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Kana menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi orang muda untuk memahami persoalan di akar rumput dan berharap gerakan ini terus berkelanjutan.

Melalui Dialog Orang Muda Lintas Iman ini, Pelita Padang berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru, tetapi juga relasi dan visi yang sama dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan merawat keberagaman di Sumatera Barat. (*) 

Tentang Pelita Padang:
Pelita Padang adalah komunitas orang muda di Kota Padang yang berfokus pada isu keberagaman, perdamaian, dan inklusifitas. Melalui berbagai program dialog dan kampanye kreatif, Pelita Padang berkomitmen untuk menciptakan ruang aman bagi setiap individu tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun gender.

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update