Notification

×

Iklan

Iklan

Gulai Kurma: Sajian Istimewa dari Ranah Minang yang Selalu Dinanti

10 Maret 2026 | 22:43 WIB Last Updated 2026-03-10T15:43:46Z


Pasbana - Di tengah kekayaan kuliner Minangkabau yang terkenal dengan cita rasa rempahnya, ada satu hidangan yang namanya kerap membuat orang penasaran: gulai kurma.

Sekilas, namanya mungkin menimbulkan dugaan bahwa masakan ini menggunakan buah kurma sebagai bahan utama. Namun anggapan itu keliru. Gulai kurma sama sekali tidak menggunakan buah kurma.

Sebaliknya, hidangan ini merupakan gulai daging sapi khas Minangkabau yang dimasak dengan santan dan aneka rempah pilihan.

Meski tidak sepopuler rendang atau gulai tunjang, gulai kurma memiliki tempat istimewa di meja makan masyarakat Minang. 

Hidangan ini kerap hadir pada berbagai momen penting—mulai dari Hari Raya Idulfitri, pesta pernikahan, hingga jamuan keluarga besar. Di beberapa daerah di Sumatera Barat, gulai kurma juga menjadi menu favorit yang sering muncul saat bulan Ramadan.

Gulai yang Kaya Rempah


Sebagaimana banyak hidangan Minangkabau lainnya, kekuatan utama gulai kurma terletak pada perpaduan rempah-rempahnya.

Masakan ini umumnya menggunakan bahan dasar daging sapi yang dipotong sedang, lalu dimasak bersama santan, kentang, dan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, lengkuas, serta serai.




Bumbu-bumbu tersebut terlebih dahulu ditumis hingga harum. Setelah itu daging dimasukkan dan dimasak hingga berubah warna. Santan kemudian dituangkan bersama kentang, garam, dan sedikit gula untuk menyeimbangkan rasa.

Sebagai sentuhan akhir, larutan asam jawa ditambahkan saat kuah mulai mendidih. Proses memasak dilanjutkan hingga kuah santan mengental dan bumbu benar-benar meresap ke dalam daging.

Hasilnya adalah gulai dengan kuah kental berwarna kehijauan kecokelatan yang khas—warna yang berasal dari perpaduan rempah dan santan yang dimasak perlahan.

Cita Rasa yang Lembut dan Kaya


Berbeda dengan beberapa gulai Minang yang bercita rasa pedas tajam, gulai kurma cenderung memiliki rasa yang lebih lembut, gurih, dan sedikit manis.

Tekstur dagingnya empuk, sementara kentang menyerap kuah santan yang kaya rempah. Perpaduan ini membuat gulai kurma terasa hangat dan nyaman di lidah—hidangan yang cocok disantap bersama nasi putih hangat.

Tak heran jika gulai ini sering menjadi menu yang cepat habis di meja makan.

Dari Dapur Rumah Hingga Rumah Makan Padang


Saat ini gulai kurma tidak hanya ditemukan di dapur rumah tangga Minangkabau. Banyak rumah makan Padang juga menyajikan hidangan ini sebagai salah satu pilihan gulai daging.




Di etalase rumah makan, gulai kurma biasanya mudah dikenali dari kuahnya yang kental dengan warna agak kehijauan. Aroma rempah yang menguar dari panci besar sering kali langsung menggoda selera pelanggan.

Menurut sejumlah peneliti kuliner Nusantara, tradisi memasak gulai di Minangkabau memang telah berkembang sejak lama. Buku Indonesian Heritage: Food yang diterbitkan oleh Archipelago Press menyebutkan bahwa teknik memasak gulai dengan santan dan rempah merupakan salah satu ciri utama masakan Sumatera Barat yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain itu, kajian kuliner oleh William Wongso, pakar gastronomi Indonesia, juga menegaskan bahwa kekayaan rempah Minangkabau membuat setiap varian gulai memiliki karakter rasa yang unik, termasuk gulai kurma yang lebih lembut dibanding gulai lain.

Warisan Rasa dari Ranah Minang


Kuliner Minangkabau dikenal sebagai salah satu tradisi masakan paling kaya di Indonesia. Dari rendang yang mendunia hingga aneka gulai yang beragam, semuanya lahir dari budaya memasak yang kuat.

Di antara deretan hidangan itu, gulai kurma menjadi bukti bahwa masakan tradisional tidak selalu harus rumit untuk menghadirkan rasa istimewa. Dengan bahan sederhana dan teknik memasak yang relatif mudah, hidangan ini tetap mampu menghadirkan cita rasa yang dalam dan memikat.

Bagi siapa pun yang berkunjung ke Sumatera Barat—atau sekadar mampir ke rumah makan Padang—mencicipi gulai kurma bisa menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Sebab di balik semangkuk gulai yang hangat itu, tersimpan cerita panjang tentang tradisi, keluarga, dan kekayaan rasa dari Ranah Minang. Makin tahu Indonesia. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update