PADANG PANJANG, pasbana — Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (DPC PPDI) Kota Padang Panjang menggelar kegiatan halalbihalal pasca-Idulfitri 1447 Hijriah sebagai upaya mempererat solidaritas sekaligus menyusun langkah strategis pemberdayaan penyandang disabilitas.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ramadhan dan Nia—pelaku usaha pijat urut netra—ini dihadiri oleh pengurus, anggota, serta sejumlah penasehat dan keluarga besar komunitas disabilitas dari wilayah Padang Panjang, Batipuh, hingga X Koto.
Ketua DPC PPDI Padang Panjang, Muhamad Ilham, menegaskan bahwa momentum halalbihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan ruang konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran sosial.
“Halalbihalal ini menjadi wadah penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan visi dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas,” ujarnya.
Selain ramah tamah dan santap hidangan Lebaran, kegiatan diisi dengan sesi diskusi terbuka, berbagi pengalaman, serta penjaringan ide dari anggota. Forum tersebut dimanfaatkan untuk merumuskan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan dalam waktu dekat.
Beberapa agenda yang diperkenalkan antara lain pengembangan forum Bincang Inspirasi Online Disabilitas, pembentukan sekretariat sebagai pusat aktivitas komunitas, serta dorongan advokasi kebijakan berupa peraturan daerah (Perda) disabilitas di tingkat kota.
Langkah ini dinilai sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menegaskan hak kesetaraan dan akses inklusif bagi penyandang disabilitas di berbagai sektor kehidupan.
Kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari para penasehat organisasi dan keluarga besar komunitas disabilitas. Mereka menyatakan komitmen untuk terus mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kemandirian dan kesejahteraan anggota.
Salah satu penasehat, Firori Najma, yang memimpin doa penutup, menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan sebagai fondasi gerakan sosial.
Melalui kegiatan ini, DPC PPDI Padang Panjang juga membuka ruang partisipasi masyarakat luas untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Edukasi publik mengenai hak-hak penyandang disabilitas menjadi fokus utama guna menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam akses layanan dasar, pekerjaan, dan pendidikan. Oleh karena itu, peran organisasi masyarakat seperti PPDI dinilai krusial dalam menjembatani kebutuhan tersebut.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah dalam suasana hangat penuh kekeluargaan. DPC PPDI Padang Panjang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan organisasi dan advokasi sosial.
Sebagai bentuk dukungan, masyarakat yang ingin berkontribusi dapat menyalurkan bantuan melalui rekening resmi DPC PPDI Padang Panjang di Bank BRI dan Bank Nagari atas nama organisasi. (*)






