Notification

×

Iklan

Iklan

Mencari Saham “Jackpot”: Strategi Sederhana Investor Cerdas Menangkap Peluang Besar di Bursa

28 Maret 2026 | 18:37 WIB Last Updated 2026-03-28T11:37:03Z



Pasbana - Di pasar saham, banyak investor pemula sibuk mencari saham yang sedang naik. Padahal, investor berpengalaman justru mencari saham yang belum dilirik pasar — ibarat membeli tanah di pinggiran kota sebelum kawasan itu berkembang pesat.

Artikel ini membahas cara sederhana namun efektif memilih perusahaan yang berpotensi memberikan return besar atau yang sering disebut investor sebagai saham “jackpot”.


1. Fokus ke Fundamental Inti, Bukan Sekadar Harga Murah


Langkah pertama adalah memilih perusahaan dengan fundamental kuat. Tidak perlu rumit, cukup perhatikan tiga indikator utama:

Solvency (Kesehatan Utang)
Perusahaan yang utangnya terkendali lebih tahan menghadapi krisis.

Management Effectiveness
Manajemen yang efisien mampu mengubah kondisi sulit menjadi peluang.

PBV (Price to Book Value)
PBV rendah sering menunjukkan saham masih dihargai murah dibanding nilai asetnya.

Bagaimana dengan PER?
Untuk strategi turnaround investing, PER bukan prioritas. Perusahaan yang sedang bangkit biasanya memang belum terlihat murah dari sisi laba.

2. Ikuti Arah Angin Makroekonomi


Pasar saham sangat dipengaruhi kondisi global dan domestik. Investor cerdas selalu bertanya:
“Siapa yang paling diuntungkan dari situasi ekonomi saat ini?”

Contohnya:
Ekonomi tumbuh → sektor perbankan biasanya melaju.
Ekonomi melemah → komoditas sering jadi pelarian investor.
Gangguan jalur pelayaran global → saham shipping bisa melonjak.
Lonjakan impor → perusahaan logistik dan transportasi diuntungkan.
Perubahan kebijakan energi atau tambang → sektor mining sering rally.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan rotasi sektor menjadi faktor utama pergerakan IHSG dalam beberapa tahun terakhir, bukan sekadar kinerja individual perusahaan.

3. Cari Saham yang “Sepi”


Ini bagian yang sering diabaikan.
Saham potensial justru biasanya:
Grafiknya datar lama,
Volume transaksi kecil,
Terlihat membosankan.

Analogi sederhananya: pasar sudah sepi karena trader jangka pendek pergi. Yang tersisa hanyalah investor sabar (diamond hands). Dalam banyak kasus historis, fase sunyi ini menjadi fondasi sebelum kenaikan besar.

4. Beli dengan Nyaman, Siap Hadapi Fluktuasi


Tidak ada saham yang naik lurus. Investor profesional biasanya menyiapkan mental untuk fluktuasi sekitar ±15% sebagai hal normal.

Menurut Benjamin Graham, mentor Warren Buffett:
Pasar saham adalah mesin voting jangka pendek, tetapi mesin timbang dalam jangka panjang.”

Artinya, harga boleh naik turun sementara, namun nilai fundamental akhirnya menang.

Investasi Itu Seni Kesabaran


Mencari saham jackpot bukan soal keberuntungan, melainkan kombinasi analisis fundamental, membaca siklus ekonomi, dan kesabaran menunggu momentum.

Teruslah meningkatkan literasi finansial, pelajari strategi investasi lainnya, dan jangan berhenti membaca artikel edukasi pasar modal agar keputusan investasi Anda semakin matang dan terarah. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update