Payakumbuh, pasbana — Ribuan jamaah tetap memadati halaman Balai Kota untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026), meski hujan mengguyur sejak subuh. Momentum Lebaran di kota ini berlangsung khidmat sekaligus semarak, dihadiri unsur pemerintah daerah dan para perantau.
Wali Kota Zulmaeta mengajak masyarakat menyikapi perbedaan penetapan 1 Syawal—antara Jumat, 20 Maret dan Sabtu, 21 Maret—secara bijak. “Perbedaan adalah bagian dari toleransi, jangan sampai memicu perpecahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kembali ke fitrah setelah Ramadan. Zulmaeta juga mendorong masyarakat memperkuat silaturahmi, persatuan, dan kepedulian sosial. “Nilai keikhlasan, kesabaran, dan semangat berbagi harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Pemko menyampaikan apresiasi kepada ASN, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang menjaga keamanan selama Ramadan hingga Lebaran. Pemerintah memastikan kondisi kota tetap aman dan kondusif.
Kedatangan perantau turut memberi dampak ekonomi signifikan. Berdasarkan estimasi pemerintah daerah, kontribusi perantau Minang mencapai sekitar Rp20 triliun per tahun, sementara perputaran ekonomi selama musim mudik di Sumatera Barat diperkirakan menyentuh Rp12 triliun.
Pemko juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pos pengamanan di titik strategis, seperti kawasan Ngalau Indah dan pusat kota, guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Di sisi lain, persoalan parkir masih menjadi tantangan. Pemerintah merespons dengan rencana pembangunan Pasar Blok Barat berfasilitas parkir basement serta pengembangan Pasar Ibuah Barat menjadi pasar modern.
“Semangat Idul Fitri harus menjadi energi untuk membangun kota yang lebih maju dan sejahtera,” tutur Zulmaeta.(*)




