Pasbana - Di tengah derasnya arus teknologi global, sebuah inovasi unik lahir dari ranah Minangkabau. Namanya Minang-lang—bahasa pemrograman yang tidak hanya berbicara dalam logika mesin, tapi juga dalam rasa budaya lokal.
Dikembangkan oleh Mhd Ulil Abshar, Minang-lang hadir sebagai bahasa pemrograman esoteris—jenis bahasa yang biasanya dibuat untuk eksperimen, kreativitas, atau sekadar “bersenang-senang” di dunia coding. Namun, yang membuatnya berbeda, Minang-lang justru mengusung identitas lokal dengan menjadikan bahasa Minangkabau sebagai dasar sintaksnya.
Bayangkan, alih-alih menggunakan perintah standar seperti “print” atau “if”, pengguna Minang-lang bisa menemukan padanannya dalam kosakata Minang. Hasilnya? Aktivitas coding terasa lebih akrab, terutama bagi penutur lokal. Ngoding pun seperti “bapantun” dengan komputer.
Menurut berbagai pengembang di komunitas GitHub, bahasa pemrograman esoteris sering menjadi sarana belajar yang menyenangkan sekaligus menantang. Contohnya seperti Brainf*ck atau LOLCODE yang populer karena keunikannya. Minang-lang masuk dalam kategori ini, namun membawa misi tambahan: pelestarian budaya.
Ulil memperkenalkan proyek ini melalui media sosial seperti Instagram dan LinkedIn, sekaligus membuka akses kode dan dokumentasinya secara terbuka di GitHub. Ini membuat siapa saja—baik programmer pemula maupun profesional—bisa mencoba dan mengembangkan Minang-lang lebih jauh.
Menariknya, pendekatan ini sejalan dengan tren global yang mulai menggabungkan teknologi dan kearifan lokal. Dalam dunia pendidikan, metode seperti ini dinilai efektif untuk meningkatkan minat belajar, terutama di kalangan generasi muda. Ketika bahasa ibu masuk ke dalam teknologi, jarak antara manusia dan mesin terasa semakin dekat.
Minang-lang mungkin belum akan menggantikan bahasa populer seperti Python atau Java. Namun, kehadirannya membuktikan satu hal penting: inovasi tidak selalu harus meninggalkan akar budaya. Justru dari sanalah, ide-ide segar bisa tumbuh.
Di tangan generasi kreatif, coding bukan sekadar baris perintah—melainkan juga medium untuk bercerita, termasuk tentang identitas dan kebanggaan sebagai urang Minang.Makin tahu Indonesia.(*)




