PADANG, pasbana— Di tengah proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026, Arumi Andika, siswi SMA Adabiah 2 Padang, menghadapi ujian berat yang datang bersamaan dengan momentum penting dalam hidupnya.
Remaja 17 tahun itu tetap berdiri tegap saat mengikuti pelepasan 10 calon Paskibraka Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (8/5/2026). Namun di balik semangatnya, Arumi menyimpan kegelisahan karena sang ayah tengah menjalani perawatan intensif di RSUP M. Djamil Padang usai operasi akibat serangan strok.
“Ayah saya habis operasi dan sempat dirawat di ICU. Sekarang sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa,” ujar Arumi dengan tenang.
Pelepasan peserta dilakukan oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir sebagai bagian dari tahapan menuju seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sumatera Barat hingga nasional. Pemerintah Kota Padang menargetkan perwakilan terbaik mampu membawa nama daerah ke ajang nasional peringatan HUT Kemerdekaan RI 2026.
Meski kondisi keluarga menjadi tekanan emosional tersendiri, Arumi menegaskan situasi tersebut justru memperkuat motivasinya. Ia menjadikan latihan dan disiplin Paskibraka sebagai bentuk doa dan pengabdian bagi keluarga.
“Tidak mengganggu. Ini malah menjadi semangat untuk membanggakan orang tua,” katanya.
Arumi menargetkan lolos hingga tingkat nasional sebagai langkah awal menuju cita-citanya melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan, khususnya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Di tengah kekhawatiran atas kesehatan ayahnya, Arumi memilih tetap melangkah. Baginya, perjuangan di lapangan seleksi bukan sekadar prestasi, melainkan bukti ketangguhan seorang anak dalam menghadapi ujian hidup.(*)




