Limapuluh Kota, pasbana - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, terus ditangani secara intensif. Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak untuk memastikan proses tanggap darurat berjalan optimal.
Status tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, mulai 13 hingga 26 Mei 2026. Saat meninjau lokasi pada Jumat (22/5/2026), Bupati Safni menyebut nilai kerugian akibat bencana masih dalam proses pendataan oleh Dinas Pekerjaan Umum.
“Setelah direviu Inspektorat, baru diajukan melalui anggaran Biaya Tak Terduga (BTT),” ujarnya.
Didampingi Kalaksa BPBD Zaimar Hakim dan sejumlah kepala OPD, rombongan pertama kali meninjau jalan longsor di kawasan Lokuak Pangorangan, Nagari Situjuah Ladang Laweh. Kondisi jalan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Selain infrastruktur, Bupati juga mengunjungi rumah warga terdampak longsor di Ujuang, Koto Nan Baru. Rumah milik seorang guru SD bernama Erlinda dilaporkan nyaris terban karena pergerakan tanah. Pemerintah daerah langsung menyalurkan bantuan sosial serta meminta BPBD memperkuat pengaman tebing di sekitar rumah warga.
Pemkab Limapuluh Kota juga bergerak membersihkan sumber air bersih bagi 11 kepala keluarga terdampak dan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V untuk normalisasi Sungai Batang Sandir yang meluap.
Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam penanganan bencana dan berharap perbaikan jalan rusak segera dipercepat demi kelancaran aktivitas masyarakat. (*)




