Tanah Datar, pasbana - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana galodo dan banjir bandang melalui penerapan teknologi sawah pokok murah serta budidaya padi salibu. Program ini disosialisasikan kepada penyuluh dan petani dalam kegiatan sekolah lapang di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Selasa (19/5/2026).
Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar, Sri Mulyani, menyebut sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Namun bencana yang terjadi sejak 2024 menyebabkan kerusakan lahan, infrastruktur pertanian, hingga gagal panen di sejumlah wilayah.
Data Dinas Pertanian mencatat produksi padi Tanah Datar turun sekitar 15 persen, dari 300 ribu ton pada 2024 menjadi 265 ribu ton pada 2025. Meski masih surplus, penurunan tersebut dinilai berpengaruh terhadap upaya penguatan swasembada pangan nasional.
Sebagai langkah pemulihan, pemerintah daerah mengoptimalkan dana Transfer ke Daerah (TKD) melalui pergeseran anggaran yang telah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pertanian. Dana tersebut digunakan untuk pelatihan teknologi budidaya yang lebih efisien dan adaptif terhadap kondisi pascabencana.
Sekretaris Daerah Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, menegaskan sektor pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan daerah. Sekitar 80 persen wilayah Tanah Datar merupakan kawasan pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat.
Melalui penerapan teknologi sawah murah dan padi salibu, pemerintah berharap produktivitas lahan cepat pulih sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di daerah terdampak bencana. (*)




