PAYAKUMBUH, pasbana — Refleksi Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Minggu (24/5/2026), tidak hanya menjadi ajang syiar dakwah dan pemberdayaan perempuan, tetapi juga memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat lokal.
Kehadiran ribuan jamaah dari berbagai daerah di Sumatera Barat disebut ikut meningkatkan aktivitas pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner dan penjualan oleh-oleh khas Payakumbuh.
Wali Kota Payakumbuh melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengapresiasi keluarga besar Muhammadiyah atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Milad ‘Aisyiyah menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, alim ulama, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kota.
Ia menilai ‘Aisyiyah selama ini konsisten mengambil peran dalam dakwah, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat. Organisasi perempuan Muhammadiyah itu juga dinilai berkontribusi mendorong lahirnya perempuan berkemajuan di berbagai bidang.
“Perempuan berkemajuan adalah perempuan yang mampu berkembang tanpa hambatan maupun diskriminasi, baik secara struktural maupun kultural,” ujar Elzadaswarman.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat bersama-sama menghadapi tantangan sosial dan ekonomi yang tengah dirasakan saat ini.
Selain sektor ekonomi, Pemerintah Kota Payakumbuh turut mempromosikan potensi wisata daerah kepada para jamaah. Salah satu destinasi yang diperkenalkan adalah kawasan wisata Batang Agam yang kini terus berkembang.
“Elzadaswarman berharap para jamaah dapat menikmati wisata, kuliner, dan berbelanja oleh-oleh khas Payakumbuh selama berada di kota tersebut,” katanya. (*)




