Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Terdeteksi Hipertensi, Dosen dan Mahasiswa Fisioterapi Poltekkes Jakarta III Bentuk Kelompok Peduli Hipertensi sebagai Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Nambo

05 Mei 2026 | 19:50 WIB Last Updated 2026-05-05T12:50:44Z


Bogor, pasbana — Tingginya angka hipertensi di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian serius kalangan akademisi. 

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dosen bersama mahasiswa Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta III turun langsung melakukan intervensi kesehatan berbasis komunitas sepanjang April 2026.

Program ini dilaksanakan secara terpadu di tengah masyarakat dengan mengedepankan pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan meliputi skrining kesehatan, edukasi terkait hipertensi, serta pelatihan aktivitas fisik yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti senam anti hipertensi dan jalan cepat (brisk walking).




Data awal yang diperoleh dari hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Dari total 106 warga yang mengikuti skrining, sebanyak 76 orang teridentifikasi mengalami hipertensi. 

Temuan ini menegaskan bahwa hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama di tingkat komunitas dan memerlukan penanganan yang sistematis serta berkelanjutan .



Menindaklanjuti hasil tersebut, tim pengabdian tidak hanya berhenti pada penyuluhan, tetapi juga melakukan pendampingan intensif kepada masyarakat. Warga diberikan pemahaman mengenai faktor risiko hipertensi, pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin, serta penerapan pola hidup sehat berbasis aktivitas fisik. 

Selain itu, kader kesehatan dan perwakilan warga juga dilatih dalam penggunaan alat pengukur tekanan darah agar dapat melakukan pemantauan mandiri.




Pendekatan partisipatif menjadi kunci dalam pelaksanaan program ini. Seluruh kegiatan dirancang interaktif agar masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek utama dalam upaya menjaga kesehatan mereka sendiri.

Kegiatan dilaksanakan di berbagai titik, seperti rumah kader dan posyandu, dengan suasana yang komunikatif dan melibatkan berbagai kelompok usia.




Salah satu capaian strategis dari kegiatan ini adalah terbentuknya Kelompok Peduli Hipertensi, yang beranggotakan warga Desa Nambo. Kelompok ini berperan sebagai motor penggerak dalam menjaga keberlanjutan program, mulai dari pelaksanaan senam rutin, pemantauan tekanan darah, hingga penyebaran informasi kesehatan di lingkungan sekitar.

Dosen dari Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Liza dan Ganesa menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjalankan fungsi sosialnya.

“Ini adalah implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa intervensi yang dilakukan tidak berhenti saat program selesai, tetapi terus berlanjut melalui pemberdayaan masyarakat,” ujar Liza. 




Dukungan juga datang dari pemerintah desa. Sekretaris Desa Nambo menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan oleh tim pengabdian.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Selain menambah pengetahuan, masyarakat juga menjadi lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya, terutama terkait hipertensi,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan. Warga secara aktif mengikuti pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, hingga pelatihan aktivitas fisik. Bahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat kebersamaan antarwarga.




Ke depan, keberadaan Kelompok Peduli Hipertensi diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit tidak menular. Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Desa Nambo berpotensi menjadi contoh desa yang mandiri dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas.

Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan pengetahuan, tetapi juga membangun fondasi perubahan perilaku hidup sehat yang berkelanjutan. (*) 

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update