Notification

×

Iklan

Iklan

Ekspedisi Rupiah Berdaulat Berlayar ke Mentawai, Jaga Pasokan Uang hingga Wilayah 3T

04 Juni 2026 | 11:14 WIB Last Updated 2026-06-04T04:14:34Z


PADANG, pasbana – Bank Indonesia kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 untuk memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Kali ini, misi tersebut menyasar Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, yang masih menghadapi tantangan akses layanan keuangan akibat kondisi geografis kepulauan.

Ekspedisi dilepas langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Dermaga Teluk Bayur, Padang, Rabu (3/6/2026). Menurut Mahyeldi, distribusi rupiah hingga ke pulau-pulau terluar bukan sekadar memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dan penguatan kedaulatan nasional.

Ia menegaskan, masyarakat di Mentawai berhak memperoleh layanan keuangan yang sama dengan daerah lainnya. Karena itu, sinergi antara Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan perbankan menjadi faktor penting untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Dalam pelaksanaannya, TNI AL mengerahkan KRI Kurau-856 yang akan berlayar selama tujuh hari melalui rute Padang–Siberut–Muara Sikabaluan–Sipora–Pagai Utara–Pagai Selatan sebelum kembali ke Padang. Total jarak pelayaran mencapai sekitar 505 nautical mile (NM).

Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Novyanto, mengatakan ekspedisi di Sumatera Barat merupakan kegiatan keenam dari total 23 ekspedisi yang dijadwalkan berlangsung sepanjang 2026. Program ini bertujuan menyediakan uang tunai dalam jumlah cukup dan kondisi layak edar, sekaligus menarik uang yang sudah rusak atau tidak layak digunakan.

Selain layanan kas keliling dan penukaran uang, Bank Indonesia juga akan menggelar edukasi tentang penggunaan dan perawatan rupiah serta pelatihan pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tujuan.

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Bank Indonesia berharap akses masyarakat terhadap layanan keuangan semakin merata, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah kepulauan yang masih memiliki keterbatasan layanan perbankan. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update