Lima Puluh Kota, pasbana – Festival Seni dan Budaya Rang Mudo Puti Bungsu kembali digelar sebagai upaya menjaga warisan adat dan budaya Minangkabau di Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Lareh Sago Halaban, Selasa (23/6/2026), diikuti generasi muda dari berbagai nagari.
Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha melepas peserta festival sekaligus mengapresiasi panitia, tokoh masyarakat, dan kalangan pemuda yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, festival seni dan budaya menjadi sarana penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
“Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan dan dikembangkan. Generasi muda perlu memiliki pegangan terhadap adat, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” ujar Ahlul Badrito Resha.
Ia berharap Festival Rang Mudo Puti Bungsu dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi wadah pembinaan bagi anak nagari agar tetap mencintai budaya daerah serta menjaga jati diri masyarakat Minangkabau.
Festival tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat. Sejumlah tokoh adat, bundo kanduang, wali nagari, hingga unsur pemerintahan turut hadir dalam pelepasan peserta sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kelestarian seni dan budaya di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kearifan lokal sekaligus mendorong peran generasi muda dalam melestarikan tradisi Minangkabau di tengah arus modernisasi. (*)





