PADANG, pasbana – Cuaca ekstrem masih mengancam wilayah pesisir Kota Padang dan sejumlah kawasan di Sumatera Barat. Pemerintah Kota Padang meminta masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG Maritim Teluk Bayur.
Berdasarkan informasi terbaru BMKG, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Padang–Padang Pariaman, Agam–Pasaman Barat, Pesisir Selatan, serta sebagian wilayah Kepulauan Mentawai hingga 24 Juni 2026. Kondisi ini berisiko terhadap aktivitas pelayaran kapal nelayan, perahu kecil, dan kapal tongkang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau nelayan untuk menunda aktivitas melaut saat kondisi gelombang dan cuaca tidak memungkinkan.
“Kami mengimbau nelayan untuk tidak melaut ketika gelombang tinggi,” ujarnya.
Selain ancaman di laut, cuaca buruk juga memicu gangguan di daratan. Angin kencang dengan kecepatan 4–22 knot yang bertiup dari arah barat hingga utara menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik, termasuk kawasan Padang Selatan dan Sungai Pisang. Petugas BPBD bersama tim gabungan telah diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material.
Di wilayah Bungus Teluk Kabung, longsor dilaporkan terjadi di Kelok Jariang, Kelurahan Teluk Kabung Tengah. Material tanah dan batu sempat menutup akses jalan penghubung Padang–Pesisir Selatan sehingga mengganggu arus lalu lintas.
BPBD mengerahkan alat dan personel ke lokasi guna mempercepat pembersihan material longsor. Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menuju Pesisir Selatan diminta memantau perkembangan kondisi jalan dan mengikuti arahan petugas.
Pemerintah Kota Padang mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan menghindari aktivitas berisiko di kawasan pesisir, perbukitan, maupun daerah rawan longsor selama potensi cuaca ekstrem masih berlangsung. (*)




