PADANG, pasbana – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam Gerakan Subuh Berjamaah dan deklarasi Sumbar Bebas Narkoba yang digelar di Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi, Padang, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama Polda Sumbar, Pemerintah Provinsi Sumbar, dan Pemerintah Kota Padang itu dinilai menjadi wujud nyata sinergi dalam menjaga nilai agama, adat, dan budaya Minangkabau.
Mahyeldi mengatakan, tantangan sosial yang semakin kompleks membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, ulama, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan sosial daerah.
“Semangat kebersamaan ini menjadi kekuatan untuk melindungi generasi muda dan memperkuat karakter masyarakat Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai pijakan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Nilai tersebut, kata dia, harus terus dihidupkan di tengah perkembangan zaman.
Usai salat subuh berjamaah, peserta melanjutkan aksi damai dari Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi menuju Markas Polda Sumbar. Kegiatan diikuti unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.
Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan spanduk komitmen bersama sebagai simbol penguatan persatuan dan upaya menjaga Sumatera Barat dari ancaman narkoba.
Mahyeldi berharap semangat kolaborasi tersebut terus berlanjut guna mewujudkan Sumbar yang madani, unggul, dan berkeadaban. (*)




