Padang, pasbana- Malam di Kelurahan Kuranji, Kota Padang, tidak lagi sama. Jika biasanya selepas isya jalanan mulai sepi dan menyisakan sunyi, kini ada geliat berbeda yang mengalir di sudut-sudut kampung. Suara tawa pelan, kepulan asap kopi, dan ketukan pos ronda yang khas kembali terdengar, menandai kesiapan warga dalam menjaga kedamaian lingkungannya sendiri.
Momentum itu ditandai dengan peresmian Posko Kebersamaan yang kini resmi difungsikan sebagai Posko Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Sebuah langkah nyata yang mempertegas jargon Padang Sigap bukan sekadar slogan, melainkan aksi konkret di mana urusan aman dan tenteram dipikul bersama oleh warga.
Kehadiran para tokoh penting pada Selasa (9/6) malam peresmian tersebut menunjukkan adanya komitmen besar yang sedang dibangun untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan responsif.
Di antara kerumunan warga dan pengurus RT/RW setempat, tampak hadir Irwan Basir Dt Rajo Alam. Sosok penggagas Program Unggulan (Progul) Dubalang Kota Padang ini hadir membawa semangat lama yang dikemas secara modern untuk memperkuat sistem keamanan lingkungan hari ini.
"Keamanan itu mulainya dari kepedulian tetangga sebelah rumah. Posko Kebersamaan ini adalah wadahnya," ungkap salah seorang tokoh masyarakat yang hadir.
Pemerintah kecamatan pun memberikan dukungan penuh terhadap kesigapan warga ini. Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, ikut membersamai warga di lokasi posko. Ia tidak datang sendiri, melainkan didampingi oleh Koordinator Lapangan Tim Trantibum Kecamatan Kuranji, Sandiko Buana, S.STP, beserta jajarannya. Kehadiran tim penegak ketenteraman dan ketertiban umum ini menjadi sinyal kuat Siskamling warga akan bersinergi langsung dengan program pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Rozaldi Rosman menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif warga Kelurahan Kuranji.
"Posko Kebersamaan ini merupakan wujud nyata dari partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program ketenteraman dan ketertiban umum di tingkat kecamatan,"urainya.
Ia berharap posko ini menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, sekaligus mempersempit ruang gerak bagi potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.
Uniknya, kegiatan ini diwarnai dengan sebuah tradisi yang merekatkan sekat. Sebuah meja panjang disiapkan di area posko, lalu di atasnya digelar hamparan hijau daun pisang yang memanjang, lengkap dengan nasi hangat, lauk-pauk khas, dan jajaran gelas air mineral.
Di atas meja beralas daun pisang itulah, aroma kebersamaan benar-benar tercium nyata. Tidak ada batasan antara pejabat dan rakyat. Camat Rozaldi Rosman yang mengenakan jaket hitamnya, Irwan Basir Dt Rajo Alam, para ketua RT, RW, hingga pemuda setempat duduk mengelilingi meja, saling membaur dan menikmati hidangan dalam tradisi makan bajamba.
Sementara itu Sandiko Buana menyampaikan kepada media ini, dari atas hamparan daun pisang inilah obrolan mengalir santai namun sarat makna. Sambil menikmati hidangan, kami mendiskusikan masalah air bersih, menggalang bantuan untuk warga yang sakit, hingga menyusun strategi ronda malam. Perselisihan kecil antar-tetangga pun bisa diredam di sini sebelum melebar menjadi masalah besar.
"Dengan diresmikannya posko yang hangat ini, Kelurahan Kuranji membuktikan bahwa merawat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak harus selalu kaku. Lewat kebersamaan yang dipupuk dari meja sederhana beralas daun pisang, mereka siap menjaga lingkungan dan memastikan setiap warga bisa tidur dengan nyenyak, tahu bahwa ada mata dan hati yang tulus sedang berjaga di luar sana," pungkasnya. (Bayu)




