Notification

×

Iklan

Iklan

MTQ ke-43 Tanah Datar Resmi Digelar, 744 Kafilah Berlaga di Pariangan

19 Juni 2026 | 21:03 WIB Last Updated 2026-06-19T14:03:53Z


Tanah Datar, pasbana – Sebanyak 744 kafilah dari 14 kecamatan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-43 Tingkat Kabupaten Tanah Datar Tahun 2026 yang dipusatkan di Kecamatan Pariangan. Ajang syiar Islam tersebut berlangsung selama lima hari, 19-23 Juni 2026.

Pelaksanaan MTQ tahun ini mempertandingkan berbagai cabang lomba yang tersebar di 12 venue. Panggung utama berada di Lapangan Sepak Bola Nagari Simabur, sedangkan lokasi lainnya tersebar di sejumlah nagari di Kecamatan Pariangan.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan transparansi dalam pelaksanaan MTQ. Ia meminta seluruh proses penilaian dilakukan secara profesional dan terbuka agar tidak menimbulkan keraguan dari para peserta.

Menurutnya, MTQ tidak sekadar menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana memperkuat syiar Islam dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh peserta diminta menampilkan kemampuan terbaik selama perlombaan berlangsung.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan MTQ yang digelar di Pariangan, salah satu nagari tertua di Minangkabau. Staf Ahli Gubernur Sumbar Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Jasman Rizal menilai MTQ memiliki peran penting dalam memperkuat spiritualitas generasi muda di tengah tantangan global dan berbagai persoalan sosial.

Senada dengan itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat menyebut Tanah Datar menjadi daerah pertama di Sumbar yang menggelar MTQ tingkat kabupaten/kota pada tahun 2026. Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan qari dan qariah terbaik sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ ke-43 Kabupaten Tanah Datar juga diharapkan semakin membumikan nilai-nilai Qurani serta melahirkan generasi yang religius, berakhlak mulia, dan mampu menjadi penerus syiar Islam di Sumatera Barat. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update