Pesisir Selatan, pasbana - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mempercepat transformasi kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui implementasi ASN Corporate University (CorpU), sebuah sistem pembelajaran terintegrasi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme birokrasi.
Program tersebut dipaparkan dalam forum yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pesisir Selatan dan dihadiri Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Sekretaris Daerah, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala BKPSDM Pesisir Selatan, Yoski Wandri, mengatakan Corporate University menjadi strategi pengembangan ASN yang menghubungkan proses belajar dengan kebutuhan organisasi dan pelayanan publik. Melalui sistem ini, peningkatan kompetensi aparatur diharapkan berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan zaman.
Bupati Hendrajoni menegaskan Corporate University tidak sekadar menjadi program administratif, melainkan pusat pengembangan kapasitas ASN yang berdampak langsung terhadap kualitas layanan masyarakat.
Menurutnya, sekitar 12 ribu ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan akan menjadi peserta aktif dalam sistem pembelajaran berkelanjutan tersebut. Seluruh aparatur akan mendapatkan kesempatan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan sesuai perkembangan kebutuhan pelayanan publik.
“ASN harus terus belajar dan beradaptasi. Corporate University menjadi wadah untuk menciptakan aparatur yang profesional, berintegritas, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Hendrajoni.
Model Corporate University yang diterapkan mengadopsi struktur pembelajaran layaknya perguruan tinggi. Setiap perangkat daerah akan berperan dalam pengembangan kompetensi sesuai bidang tugas masing-masing sehingga proses pembelajaran lebih fokus dan aplikatif.
Implementasi ASN Corporate University menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam membangun birokrasi modern yang adaptif, responsif, dan berdaya saing. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat budaya belajar sepanjang hayat di lingkungan pemerintahan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah. (*)




